Header AD Image

Viral Seorang Nenek Mendaki Gunung Rinjani, Ini Penjelasan BTNGR

Bagikan Artikel
Read Time:1 Minute, 42 Second

Baru-baru ini netizen dihebohkan dengan sosok nenek renta usia yang mendaki Gunung Rinjani, Pulau Lombok.

Video yang berdurasi kurang dari satu menit itu memperlihatkan nenek berambut putih mengenakan baju hitam dengan sarung warna merah melakukan pendakian melalui jalur cukup ekstrim dengan tebing yang terjal di bawahnya.

Nampak nenek itu berjuang dengan keras, setapak demi setapak tanpa menggunakan alas kaki, dengansendalnya terlihat diselipkan di belakang punggungnya.

Meski cucuran keringat mengalir, ia nampak bersemangat, memegang tali panjat yang dipasang.

Selain itu, terlihat juga sejumlah pendaki dibelakangnya, dan beberapa kali ia terlihat memegang tangan pendaki lainnya meminta bantuan.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Dwi Pangestu mengatakan belum bisa memberikan keterangan terkait identitas nenek renta yang mendaki Rinjani itu.

Dikatakannya, video tersebut diduga sudah lama beredar, yakni kisaran tahun 2023 yang lalu.

“Ini udah lama, tahun 2023, kami belum bisa mendeteksi identitas yang ada di video butuh waktu,” ucap Dwi setelah dikonfirmasi, Selasa (12/3/2024).

Dugaannya, nenek tersebut merupakan peserta melalui surat peserta izin masuk kawasan konservasi (Simaksi) yang diperuntukkan bagi masyarakat melakukan ritual keagamaan.

“Iya ada izin khusus memang, untuk kegiatan pendidikan penelitian dan budaya seperti pendaki ritual masuk didalamnya,” kata Dwi.

Dwi juga menjelaskan batas usia pendaki yang digaransi pengelola BTNGR dari usia 10 hingga 70 tahun.

“Setiap pendaki wajib pakai asuransi, dikebijakan asuransi yang dicover usia 10 sampai 70 tahun,” demikian Dwi.

Dari informasi yang diterima, video tersebut diunggah pertama kali oleh akun instagram @dwi.saputra00, pada 9 Februari 2024, seorang pendaki asal Jawa Tengah.

Atas videonya yang viral tersebut, Dwi Saputra menuturkan ia bertemu dengan nenek itu di pos 3 melalui pintu masuk Torean, Lombok Utara, pada 28 Oktober 2023 lalu.

“Iya saya terkejut ada nenek tua mampu naik Rinjani, dengan kondisi seperti itu dia masih bersemangat,” katanya.

Ia saat itu tidak sempat menanyakan asal usul dari nenek yerdei, namun diketahui nenek tersebut bersama 10 orang yang akan melakukan kegiatan keagamaan di Danau Segara Anak.

“Informasi yang saya dapatkan dulu itu, katanya ada kegiatan umat Hindu di Segara Anak,” tandas Dwi Saputra.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Pemkab Lombok Tengah Moderasi Beragama Dilanjutkan
Next post Ini Daftar 50 Anggota DPRD Lombok Tengah Terpilih Periode 2024-2029
https://permatajingga.com/ Slot Thailand Situs Slot