Header AD Image

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Gelar Pengadian Masyarakat di Sekolah Pesisi Juang Mataram

Bagikan Artikel
Read Time:1 Minute, 32 Second

Dalam sebuah Inisiatif yang menginspirasi, Sejumlah mahasiswa Muhammadiyah Malang (UMM) tmenyelenggarakan sebuah kegiatan pengabdian mahasiswa untuk masyarakat (PMM) yang berlokasi di Sekolah Pesisi Juang, Ampenan Kota Mataram.

Kegiatan tersebut merupakan upaya dalam memupuk kreatifitas dan kesadaran lingkungan para mahasiswa UMM.

Mereka melakukan projek yang unik dengan menggabungkan kreatifitas, Pendidikan serta keberlanjutan lingkungan.

“Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

Para Mahasiswa dibawah bimbingan dosen Jamroji S.Sos, M.Comm,” ujar Juan Farits Alhamid, Senin (26/2/2024).

“Ini merupakan kelompok 31 Gelombang 2 dengan anggota 5 orang yakni Juan Farits Alhamid, Muhammad Adi Reksa, Naufal Fahmi, Andreas Pradana, dan Megiantara Adya Nugraha,” lanjutnya.

Menurut Juan, salah satu alasan mengapa ia terinsipari dalam membuat acara ini setelah mencoba untuk melakukan kegiatan Clean up.

Kegiatan Clean up pantai kata Juan, seharusnya dapat menjadi sebuah rutinitas yang memiliki repitisi jangka Panjang jika pengelolaan sampah yang baik.

“Beberapa masyarakat mengeluhkan mengenai oprasional sampah yang sudah tidak beroprasional kembali karena rusaknya kendaraan pengangkut,” lanjutnya.

Melihat hal itu, pihaknya kemudian mengadakan acara ini sebagai salah satu edukasi kepada anak-anak di pesisir sekolah pesisi Juang dan “Sustainable Campaign”.

“Harapannya meski acara ini dikemas dengan sangatlah sederhana setidaknya dapat mengirimkan pesan pada masyarakat sekitar dan sarana pengetahuan dan kreatifitas anak-anak pesisir,” kata Juan.

Ia membeberkan bahwa, kegiatan tersebut dilakukan pada Sabtu 17 Februari 2024 lalu, dengan persiapan satu minggu pembuatan kostum.

Kostum yang dibuat ini berasal dari Karung bekas, plastic bekas kawat bekas hingga karton dan limbah lainnya.

“Setiap potongan limbah ini diubah menjadi sebuah busana mewah oleh beberapa siswa sekolah pesisi juang,” tandasnya.

Sementara itu, Jauhari Tantowi selaku founder dari Sekolah ini berharap bahwa kegiatan seperti ini dapat berlanjut sebagai wadah gerakan akar rumput yang bersifat kolektif.

“Dan kami sanga terbuka untuk kegiatan lainnnya untuk para pengabdian dari mahasiswa ke sekolah,” pungkasnya.

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Kecimol: Kelalah Cikar Montor Liwat
Next post Poltekpar Lombok Mulai Buka Pendaftaran Mahasiswi Baru 2024
https://permatajingga.com/ Slot Thailand Situs Slot