Header AD Image

Aksi Protes di Kantor KPU Lombok Tengah Berujung Bentrok, 2 Orang Diamankan

Bagikan Artikel
Read Time:2 Minute, 52 Second

Lombok Tengah – Ratusan massa aksi yang mengaku sebagai pendukung salah satu calon anggota legislatif (caleg) di Lombok Tengah menggelar demontrasi di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, pada Selasa (31/10/2023) pagi tadi.

Mereka datang untuk melakukan protes kepada pihak penyelenggara atas hasil pemilihan di Lombok Tengah yang dianggap curang.

Berdasarkan hasil pantauan media ini, nampak sejumlah massa aksi membawa alat pengeras suara serta beberapa spanduk bertuliskan “Copot Komisioner KPU Lombok Tengah”.

Setelah tiba di depan Kantor KPU, nampak para demonstran melakukan orasi yang menyebutkan bahwa hasil pemilihan yang digelar pada hari Minggu (29/10/2023) kemarin tidak adil.

Baca Juga: Kesal Sering Aniaya Anak dan Menantu, Pria di Mataram Bunuh Temannya Dengan Senapan

Setelah bergantian berorasi, para massa berupaya untuk masuk ke dalam kantor untuk bertemu dengan Ketua KPU Lombok Tengah. Hanya saja, upaya tersebut dengan sigap dihalau oleh petugas pengamanan gabungan yang bersiaga di sana.

Aksi saling dorong yang berujung pada bentrokan antara massa dan petugas pengamanan pun tidak bisa dihindari. Massa yang semakin tersulut emosi melakukan pembakaran ban dan mengancam bertindak anarkis jika keinginan mereka tidak terpenuhi.

Komandan Satuan Brimob memberikan imbauan kepada pendemo, namun upaya tersebut gagal. Massa aksi terus melakukan pelemparan terhadap petugas pengamanan, membuat aparat keamanan terpaksa melepaskan tembakan untuk membubarkan massa.

Di sisi lain, dengan kondisi yang semakin mencekam. Terpaksa sejumlah Komisioner KPU Lombok Tengah dan logistik harus dievakuasi ke tempat yang aman.

Untuk mengendalikan suasana, aparat keamanan menggunakan gas air mata dan kendaraan Water Canon untuk memadamkan api dan menghalau pendemo. Namun, pendemo semakin beringas.

Namun karena kesigapan petugas akhirnya aksi anarkis massa bisa diatasi. Sebanyak dua orang pengunjuk rasa yang diduga memprovokasi massa lainnya diamankan petugas.

Unjuk rasa yang berujung bentrokan di depan kantor KPU Lombok Tengah ini adalah rangkaian simulasi pengaman kota dalam menghadapi Pemilu 2024 mendatang.

Kabag Ops Polres Lombok Tengah AKP Hery Indrayanto mengatakan, simulasi yang dilakukan itu merupakan salah satu upaya pihak keamanan untuk memastikan Pemilu 2024 berjalan dengan aman.

“Hari ini adalah simulasi sistem pengamanan kota apabila terjadi situasi kontigensi menjelang pemilu 2024,” kata Hery, pada Senin di Praya.

Dalam simulasi tersebut, pihaknya menerjunkan sebanyak 600 pasukan yang terdiri dari anggota Kepolisian, Brimob dan Satuan Pol PP.

Seluruh petugas itu disiapkan untuk mencegahadanya hal-hal yang dapat mengganggu keamanan pada saat menjelang atau setelah Pemilu nanti.

“Petugas gabungan ini akan memastikan apapun kegiatan masyarakat yang mengganggu pelaksanaan Pemilu ini,” ujar Hery.

Baca Juga: BPN Lombok Tengah Akan Bentuk Satgas Penyelesaian Sengketa

Hery menyebut, pihaknya dengan sejumlah instansi lain yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Lombok Tengah telah bersepakat agar Pemilu 2024 ini berjalan damai tanpa ada keributan.

“Yang namanya orang Begawe (Pesta, dalam bahasa Sasak) itu harus senang-senang. Tidak ada orang bentrokan,” ungkapnya.

Kendati demikian kata Hery, seandainya nanti pada saat pelaksanaan Pemilu terjadi kericuhan atau bentrokan pihaknya akan tidak akan segan-segan untuk mengambil tindakan tegas dan terukur.

“Tadi kami sudah simulasikan tiga situasi, ada hijau yang artinya pemetaan terhadap sesuatu yang kita asumsikan akan ada kericuhan. Kemudian ada kuning, itu artinya susah semakin meningkat. Dan ada situasi merah itu sudah saatnya melakukan evakuasi terhadap logistik dan sebagainya,” paparnya.

Hery menegaskan, simulasi tersebut bukan berarti Pemilu 2024 akan berlangsung ricuh. Namun ia tak ingin mengambil resiko tinggi jika terjadi bentrokan ketika berlangsung.

“Kita tidak boleh berpikir situasi akan tetap aman. Karena yang namanya lima menit terakhir berubah semua bisa terjadi,” imbuhnya.

“Jadi kita underestimate tetap. Agar ketika ada sesuatu kita bisa antisipasi,” pungkasnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Kesal Sering Aniaya Anak dan Menantu, Pria di Mataram Bunuh Temannya Dengan Senapan
Next post Dri Fia Yolanda Perempuan asal Lombok Tengah, Siap Bertarung Jadi Ketum Kohati PB HMI