Header AD Image

Sejumlah Wilayah di Lombok Barat Alami Kekeringan Hingga Sebabkan Petani Gagal Panen

Bagikan Artikel
Read Time:1 Minute, 43 Second

Lombok Barat – Terjadi kekeringan di sejumlah wilayah Lombok Barat, salah satunya di Kecamatan Kuripan. Seperti Desa Kuripan Timur, hampir semua dusun di desa itu alami kekeringan yang menyebabkan kesulitan akses air bersih hingga para petani alami gagal panen.

“Sudah dua bulan kekeringan, sejak akhir Juli. Kami berharap Pemkab bisa membantu mencarikan solusi, setidaknya bantuan air bersih,” ujar Kepala Desa Kuripan Timur Anwar Efendi.

Terdapat empat dusun di desa ini. Yaitu Dusun Blosok, Brambang, Batu Banteng, dan Rarangan. Di Dusun Blosok yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Lombok Tengah ini, kekeringan paling parah di RT 01.

“Warga disama terpaksa mandi ke kali yang airnya keruh karena tidak ada pilihan lagi,” imbuhnya.

Kemudian di Dusun di Dusun Batu Banteng kekeringan terjadi di RT 01 dan RT 04. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga di dusun ini menggali tanah di sebuah sungai.

“Kebetulan di sana ada mata air. Jarak tempuh sekitar 100 meter, tapi jalannya cukup terjal sehingga warga kesulitan mengakses airnya,” kata Anwar.

Tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga. Sehingga sangat perlu ada intervensi pemerintah daerah. Di samping dikirimi air, kepala desa juga berharap agar ada pengeboran sumur di daerahnya.

Anwar mengaku, sejak tahun 2020 dirinya sudah menganggarkan untuk pengeboran sumur. Akan tetapi karena dampak pandemi Covid-19, akhirnya kebutuhan anggaran tidak mencukupi.

“Kami berharap agar disupport OPD terkait,” tambahnya.

Dia mengatakan, pemdes akan berupaya menganggarkan di akhir tahun ini. Jika tidak bisa, akan dianggarkan di APBDes 2024. Sehingga awal tahun depan sudah ada pengeboran.

“Satu sumur bor butuh Rp 50 juta, karena harus dibor 40-50 meter baru ada air,” katanya.

Akibat kekeringan ini, masyarakat gagal panen. Dari luas pertanian sekitar 180 hektare, seluruhnya terdampak. Padahal, banyak petani yang menanam jagung.

“Petani rugi total. Tanaman jagung sudah layu,” tutup Anwar.

Sementara itu Kabid Kedaruratan dan Logistik Darlok Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lobar Hartono Ahmad mengatakan, pihaknya sudah mendistribusikan air ke beberapa dusun di desa tersebut. Tidak hanya Desa Kuripan yang dikirimi air, tetapi desa-desa lain yang juga terdampak kekeringan.

“Kita berharap para kepala desa agar bersurat kepada kita agar segera tindaklanjuti,” pungkasnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post BIL Adakan Simulasi Kecelakaan Pesawat Guna Tingkatkan Kesigapan Personel
Next post Mentan: Berkat Cabai, Lombok Timur Berkontribusi Besar untuk Perekonomian Indonesia