Header AD Image

Harga Beras Tembus Rp 15 Ribu, Pemda Lombok Tengah dan Bulog Bakal Buat Pasar Murah

Bagikan Artikel
Read Time:1 Minute, 34 Second

Harga beras di tingkat pasar saat ini tembus hingga diangka Rp 15 ribu per kilogram (Kg).

Harga tersebut terpaut jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah pusat, yakni beras medium Rp 10.900, sedangkan untuk beras premium Rp 13.900.

Melihat fenomena tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah pun harus putar otak untuk memastikan ketersedian beras kepada masyarakat.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian Lombok Tengah, berserta Badan Urusan Logistik (Bulog) bakal membuat pasar murah di setiap kecamatan dalam waktu dekat.

Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lombok Tengah Raden Roro Mulyaningsih mengakui bahwa masyarakat sangat kesulitan mendapatkan beras.

Kendati demikian, Roro sapaanya ini mengaku bahwa, pihaknya telah melakukan rapat dengan Bulog untuk memastikan ketersedian beras kepada masyarakat.

Hanya saja kata Roro, untuk mengetahui detail ketersedian beras yang dimiliki oleh Bulog, pihaknya akan melakukan operasi pasar terlebih dahulu.

“Apakah akan dilakukan di 12 Kecamatan atau kecamatan pilot saja. Dan kami juga akan liat berapa stok yang dimiliki Bulog” kata Roro, Rabu (13/9) di kantornya.

Selain itu, Roro menjelaskan bahwa pasar murah ini akan dimulai pada tanggal 18 September 2023.

Saat pasar murah itu, masyarakat akan mendapatkan harga beras sesuai Het, yakni beras medium Rp 10.900 malah ada yang Rp 13.900.

Meski begitu, Roro mengatakan bahwa regulasi pasar murah ini masih belum dibahas lebih detail.

“Nanti hari kamis atau Jumat kami akan bahas, sehingga hari Senin sudah bisa dilakukan,” imbuhnya.

Untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan jatah, pihaknya bakal membuat batasan yang dapat dibeli.

“Jangan sampai nanti melewati batas,” tegasnya.

Diakui bahwa, fenomena harga beras ini merupakan kejadian luar biasa. Roro juga mengaku pihaknya tidak menyediakan anggaran untuk membuat pasar murah ini.

“Terus terang kami tidak ada anggaran, makanya kami gandeng Bulog, kami cuman memfasilitasi saja,” ungkapnya.

Sedangkan yang bertugas menyediakan tempat, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan para Camat di Lombok Tengah.

“Supaya nanti pihak kecamatan yang menyediakan tempatnya,” pungkasnya.(die)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Harga Beras di Lombok Tengah Melambung Tinggi, Tembus Rp 15 Ribu
Next post Harga Beras Meningkat Hingga 40 Persen, Para Pedagang Dibuat Heran