Header AD Image

Harga Beras di Lombok Tengah Melambung Tinggi, Tembus Rp 15 Ribu

Tingginya harga beras di tingkat pasar menyebabkan harga terus melonjak tinggi, bahkan tembus angka Rp 15 ribu per kilogram (Kg).

Harga tersebut terpaut jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah pusat, yakni beras medium Rp 10.900, sedangkan beras premium Rp 13.900.

Kondisi ini pun di keluhkan oleh para pedagang di sejumlah pasar. Salah satunya di Pasar Renteng, Praya, Lombok Tengah, NTB.

Para pedagang mengaku sangat kesulitan mendapatkan stok beras karena harga yang kian hari kian naik.

“Iya (sulit) sekarang ini. Dulu kami bisa dapat satu ton, sekarang ini hanya 500 Kg saja,” kata salah satu pedagang beras di Pasar Renteng, Junaidi, Rabu (13/9).

Junaidi juga mengaku heran dengan fenomena harga beras yang melambung tinggi ini, mereka tidak pernah mengalami harga seperti ini.

“Kami tidak tau apa penyebabnya. Saya sempat dengar dari bos tempat saya ambil itu sih katanya karena gabah yang nggak ada,” katanya.

Junaidi menjelaskan bahwa, sejauh ini dirinya hanya mengandalkan beras lokal untuk dijual di pasar.

“Iya kita ambil di Batunyala, Praya Tengah aja dulu. Kalau habis tinggal diantarkan,” ucapnya.

Dia berharap, kelangkaan stok beras ini secepatnya mendapatkan solusi dari pemerintah.

“Harus dipikirkan ini. Karena kami sangat kesulitan dapat,” keluhanya.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lombok Tengah Raden Roro Mulyaningsih mengakui bahwa para pedagang sangat kesulitan mendapatkan beras.

Kendati demikian, Roro sapaanya ini mengaku bahwa, pihaknya bakal bersama Badan Urusan Logistik (Bulog) bakal membuat pasar murah di setiap kecamatan.

Hanya saja kata Roro, untuk mengetahui detail ketersedian beras yang dimiliki oleh Bulog, pihaknya akan melakukan operasi pasar terlebih dahulu.

“Apakah akan dilakukan di 12 Kecamatan atau kecamatan pilot saja. Dan kami juga akan liat berapa stok yang dimiliki Bulog” kata Roro.

Selain itu, Roro menjelaskan bahwa pasar murah ini akan dimulai pada tanggal 18 September 2023.

“Jadi Bulog akan memberikan harga sesuai Het, yakni beras medium Rp 10.900 malah ada yang Rp 13.900,” paparnya.

Meski begitu, Roro mengatakan bahwa regulasi pasar murah ini masih belum dibahas lebih detail.

“Nanti hari akamis atau Jumat kami akan bahas, sehingga hari Senin sudah bisa dilakukan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Harga Beras Meroket, Stok di Pasar Hampir Kosong
Next post Harga Beras Tembus Rp 15 Ribu, Pemda Lombok Tengah dan Bulog Bakal Buat Pasar Murah
https://permatajingga.com/ Slot Thailand Situs Slot