Header AD Image

Sopir Istri Gubernur NTB Ditetapkan Sebagai Tersangka

Satlantas Polres Lombok Tengah menetapkan Muhammad Zainal Abidin sebagai tersangka pada kasus kecelakaan maut yang menewaskan seorang balita di Jalan Bypass BIL, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (9/9/2023) kemarin.

Seperti diketahui, Zainal sendiri merupakan sopir istri Gubernur NTB Sri Yulianti yang saat kejadian mengendarai mobil CRV berpelat nomor B 720 SRI.

“Ya, ZA atau Muhammad Zainal Abidin sudah kami tetapkan menjadi tersangka,” kata Kasatlantas Polres Lombok Tengah Iptu Abdul Rachman, Selasa (12/9/2023).

Selain itu, Rachman menjelaskan bahwa saat ini Muhammad Zainal Abidin masih menjalani pemeriksaan di Unit Penegakan Hukum (Gakum) Satlantas Polres Lombok Tengah.

“Saat ini, ZA masih berada di unit Gakkum Satlantas Polres Lombok Tengah,” ujar Rachman.

Rachman membeberkan Zainal ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan empat saksi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Di sisi lain, Polisi menyebut Zainal telah lalai saat mengemudikan mobil milik istri Gubernur NTB Zulkieflimansyah itu.

“Kelalaiannya adalah ketika mengemudi kendaraannya. Sehingga menyebabkan korban balita meninggal dunia,” imbuhnya.

Kecelakaan yang melibatkan mobil istri gubernur NTB dan motor Honda Beat yang dikendarai oleh Jupriadi (20) bersama kakak iparnya Asmin (26) beserta anaknya Minara (3).

Menurut Rachman, Zainal mengaku mobil yang dikendarainya saat kejadian melaju dengan kecepatan 80 kilometer per jam.

Kepada polisi, Zaenal juga menyebut tidak mengetahui ada pemotor di depan mobil mereka saat melintas di TKP.

Rachman menduga Zainal sedang mengantuk saat kejadian itu sehingga menjadi tidak fokus saat berkendara.

“Pengakuannya tiba-tiba ada kendaraan roda dua di depan kendaraannya,” ujar Rachman.

Meski telah menyandang status tersangka, Zainal belum ditahan. Menurut Rachman, Zainal baru akan ditahan setelah berkas perkaranya lengkap.

Selain itu, pihaknya juga mempersilakan apabila kedua belah pihak menempuh jalur perdamaian.

Hanya saja, pihaknya tidak bisa mengintervensi segala proses perdamaian.

“Apabila damai, tidak gugurkan pidana. Kami tetap lakukan penyidikan sesuai prosedur,” tegas Rochman.

Tersangka disangkakan Pasal 10 ayat 4 dengan ancaman pidana enam tahun penjara.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Lalu Damarwulan Laporkan Petinggi FEC Shooping Indonesia ke Mabes Polri
Next post Rachmat Hidayat: Loyalitas Adalah Modal Dasar dalam Berpartai
https://permatajingga.com/ Slot Thailand Situs Slot