Header AD Image

Lalu Damarwulan Laporkan Petinggi FEC Shooping Indonesia ke Mabes Polri

Tiga orang member Future E-Commerce atau FEC cabang Lombok, yakni Lalu Damar Wulan (39), Lalu Jauhan Efendi (41) Dan Khairul Hadi Anwar (27) laporkan petinggi PT FEC Shopping Indonesia ke Mabes Polri.

Laporan ini dilakukan pasca pencabutan izin PT FEC Shooping Indonesia oleh Kementerian Investasi RI/BKPM pada 4 September 2023 lalu.

Mereka secara bersama-sama memasukkan laporannya ke Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri), pada Senin (11/9) siang.

Para korban ini melaporkan sejumlah petinggi FEC, yaitu Zhou Qingxiang sebagai Direktur, Lin Junjie selaku Komisaris, dan Notaris yang mengurus legalitas PT FEC Shopping Indonesia ini.

Kuasa Hukum ketiga korban, yakni Muhanan mengatakan, pihaknya siang tadi telah secara resmi memasukkan laporannya ke Mabes Polri.

Muhanan menyebut, PT FEC Shooping Indonesia ini telah merugikan ratusan ribu member yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Hari ini tanggal 11 September 2023. Saya bersama klien kami dan kawan-kawan datang ke Mabespolri melaporkan PT FEC Shooping Indonesia,” katanya, melalui keterangan tertulisnya, Senin petang.

Kemudian setelah itu, pihaknya saat ini masih menunggu pemanggilan dari pihak kepolisian untuk memberikan keterangannya.

“Saat ini kami tinggal menunggu pemanggilan klarifikasi dari kepolisian,” ungkapnya.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut Muhanan juga mengklarifikasi banyaknya pemberitaan yang menyudutkan kliennya.

“Karena secara faktanya, klien kami ini juga menjadi korban dari bisnis FEC ini,” ujar Muhanan.

Dijelaskan, dalam aplikasi FEC tersebut. Terdapat beberapa mekanisme yang harus dilakukan oleh pengguna untuk dapat mencairkan keuntungannya.

Sehingga keuntungan kliennya yang sempat dia ucapkan lewat media dan menjadi viral itu juga tidak bisa dicairkan.

“Ya, ada mekanisme yang harus dilakukan oleh pengguna aplikasi sehingga penghasilan yg diucapkan sebelumnya tidak bisa dicairkan,” ucapnya.

Muhanan menegaskan, posisi klien dalam bisnis online bodong ini merupakan member biasa.

Dimana kliennya juga diajak oleh member yang pertama kali membawa FEC ke NTB, yakni Lalu Surya Wirawan, dan beberapa admin, yaitu Lily, Enola dan Brand yang mengoperasikan bisnis tersebut.

Saat diajak kata Muhanan, kliennya diberikan kepercayaan bahwa bisnis FEC tersebut telah mengantongi izin dari negara.

“Mereka memberikan informasi bahwa bisnis FEC ini sudah legal dan memiliki izin dari negara,” ulasnya.

Kendati demikian, Muhanan tidak bisa menyebutkan secara rinci jumlah kerugian yang dialami kliennya.

“Semua sudah kami sebutkan sebagai materi pelaporan,” katanya.

Dia berharap, pihak kepolisian yang dalam hal ini Mabes Polri untuk mengambil alih seluruh pelaporan yang ada di setiap daerah.

Hal itu dikarenakan korban akibat aplikasi investasi bodong ini mencapai ratusan ribu orang di seluruh Indonesia.

“Bahwa memang langkah yang kami ambil ini untuk mewakili para korban FEC di seluruh Indonesia,” pungkasnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Mabes Polri Diminta Turun Tangan Mengusut Kasus FEC Shop
Next post Sopir Istri Gubernur NTB Ditetapkan Sebagai Tersangka
https://permatajingga.com/ Slot Thailand Situs Slot