Header AD Image

Kontroversi Sapi Kurban Dewi Persik Ditolak oleh Ketua RT Setempat

Bagikan Artikel
Read Time:1 Minute, 41 Second

Sapi korban milik Dewi Persik di Kawasan Cilandak, Jakarta Selatan diduga ditolak oleh Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat menuai kontroversi.

Insiden ini mencuat setelah Dewi Perik membagikan unggahan video di akun Instagram pribadinya.

Dalam video tersebut, Dewi mengungkapkan kekesalannya terhadap sikap Ketua RT yang enggan menerima hewan kurban.

Dewi menjelaskan bahwa ia telah meminta bantuan kepada seorang ustaz di dekat rumahnya untuk menitipkan sapi sebagai kurban Idul Adha.

Namun, anggota rumah tangganya, termasuk asisten rumah tangga (ART) dan securitinya, mengalami perlakuan kurang menyenangkan dari Ketua RT 04 di sekitar lingkungan mereka.

Dewi menyampaikan dalam siaran langsung di akun Instagram pada Selasa, 27 Juni, bahwa sang Ketua RT menolak menerima hewan kurban dengan alasan bahwa wilayah tersebut telah memiliki pasokan daging kurban yang cukup.

“Aku minta tolong ke ustaz di dekat rumah untuk menitip sapi untuk kurban. Tapi, ART dan sekuritiku malah dibentak oleh Bapak RT 04 di sekitar rumahku ini. Katanya, lingkungan sini tidak butuh dan tidak kekurangan daging,” ujar Dewi Persik.

Ucapan Dewi dalam video tersebut menimbulkan reaksi beragam dari netizen. Beberapa pengguna media sosial mengkritik sikap Ketua RT yang dianggap tidak peduli terhadap keinginan warganya untuk berpartisipasi dalam tradisi kurban Idul Adha.

Mereka mengungkapkan keprihatinan terhadap sikap yang dianggap tidak ramah dan tidak memperhatikan kebutuhan warga.

Sementara itu, ada juga beberapa warganet yang berpendapat bahwa Ketua RT memiliki alasan yang beralasan untuk menolak sapi kurban tersebut.

Mereka menyebut bahwa kebijakan tersebut mungkin diambil untuk menghindari pemborosan dan memastikan bahwa kurban yang ada sudah mencukupi bagi seluruh warga.

Hingga saat ini, Ketua RT 04 di Cilandak belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden ini.

Namun, berbagai pihak berharap agar permasalahan ini dapat diselesaikan dengan baik dan melalui dialog yang konstruktif antara warga dan pihak berwenang setempat.

Perayaan Idul Adha merupakan momen penting bagi umat Muslim di seluruh dunia, di mana hewan kurban dikorbankan sebagai tanda pengorbanan dan berbagi kepada sesama.

Kontroversi seperti ini menunjukkan pentingnya menjaga komunikasi yang baik dan saling memahami antara warga dan pihak berwenang dalam rangka mempromosikan sikap toleransi dan kebersamaan dalam beragama.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Polisi Tangkap Pengedar Sabu Asal Batukliang Utara Lombok Tengah
Next post Dewa 19 Ditunjuk Sebagai Duta Ambasador di 3 Gili