Header AD Image

Dulu dan Kini, Ampenan Harus Berjaya

Bagikan Artikel
Read Time:3 Minute, 55 Second

Edisidot.id – Perlu disadari kebutuhan hidup kita sudah sangat berubah. Jika dahulu masyarakat kita hanya berkutat pada kebutuhan dasar yang mencakup makan dan minum untuk bertahan hidup, kini seiring perkembangan zaman, kebutuhan kita berubah semakin kompleks. Persoalan lingkungan hidup yang nyaman, kesejahteraan sosial, dan kekuatan ekonomi menjadi titik tekan kebutuhan baru yang menjadi perhatian serius.

Di kota Mataram terdapat beragam masyarakat yang hidup dan bertahan dengan banyak mimpi. Jumlah penduduknya terus meningkat setiap tahun dari 2018 sebesar 236.226 menjadi 495.681 di tahun 2020.

Dengan semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk, perlu kita sadari bersama bahwa daerah kota Mataram yang hanya seluas 61,30 kmĀ² perlu kita bangun secara efektif dan efisien dengan tetap mengedepankan produktivitas seperti di kota-kota lainnya. Menurut data BPS tahun 2022, pengangguran terbuka di kota Mataram mencapai 6,03% dan menjadi yang tertinggi di provinsi NTB. Masalah ini juga perlu langkah-langkah strategis kedepannya termasuk dari pemerintah yang memiliki kewenangan dalam memutuskan suatu kebijakan. Nantinya kita harus yakin bahwa yang tumbuh di kota ini harusnya kesejahteraan bukan pengangguran.

Daerah pesisir kota Mataram yakni di kecamatan Ampenan menjadi daerah terpadat dibandingkan kecamatan lain. Jika mengacu pada data jumlah penduduk, kecamatan Ampenan tahun 2020 ditinggali oleh 95.941 jiwa yang artinya jumlah masyarakatnya lebih besar dari kecamatan lainnya. Sayangnya dari keadaan demikian tidak dibarengi dengan komitmen arah pembangunan yang lebih setrategis.

Perihal kebutuhan dasar yang masih belum tercukupi dirasakan oleh sebagian besar masyarakat ampenan hingga persoalan lingkungan. Sehingga tidak jarang akan memicu kejadian seperti kasus-kasus kekerasan, pencurian, kemiskinan, dan kebersihan. Kita semua termasuk pemerintah meski telah sedikit banyak berkontribusi, walaupun belum dinikmati secara merata oleh masyarakat. Kedepannya perlu lebih memberikan perhatian serius untuk perkembangan daerah pesisir di Ampenan ini.

Ampenan telah ditempati sejak zaman kolonial hingga reformasi, telah banyak melewati fase-fase kehidupan negeri ini. Jika daerah kota tua yang kita kenal ini akan di definisikan sebagai daerah yang tidak produktif dan hanya berisi kenangan mungkin itu definisi yang kurang tepat.

Masih banyak harapan dan mimpi-mimpi yang di perjuangkan oleh masyarakatnya dengan beragam cara. Kita semua tentu menginginkan kehidupan yang lebih baik dan pembangunan yang merata. Namun keinginan tersebut biasanya tidak di imbangi oleh tindakan yang sejalan. Pemilu tahun 2024 menjadi sirkulasi politik atas kehidupan kita 5 tahun kedepan, apabila kita menginginkan kebijakan yang adil dan merata maka pemilihan tersebut harus kita dasarkan pada gagasan pembangunan yang transparan bukan hanya sekedar transaksional.

Untuk itu perlu di barengi juga dengan proses pemilihan pemimpin yang jelas. Kualitas proses pemilihan pemimpin pada momen pemilu 2024 mendatang ini tergantung pada kualitas pemilihnya, jika ingin menghasilkan pemimpin yang berkualitas maka pemilihnya perlu menjaga kualitas. Sehingga apabila kita akan mempertahankan martabat 5 tahun kedepan atas kota ini, adalah dengan tidak mempertaruhkannya pada selembar uang.

Lingkungan yang lebih baik dan bersih perlu juga kita perjuangkan bersama dengan kesadaran dan kebijakan yang berpihak. Masyarakat dan pemerintah perlu bersama-sama menjadi katalisator dalam menjaga dan mempertahankan lingkungan di kota ini.

Laporan Walhi NTB menemukan ada 290 partikel mikroplastik dalam 100 liter air pada sungai-sungai di kota Mataram. Hal ini akan sangat menghawatirkan kita di kehidupan yang akan datang, air sebagai sumber kehidupan telah tercemari. Saat ini yang kita perlukan adalah suatu gerakan yang masif dan konsisten, pencemaran lingkungan akan mempengaruhi kehidupan kita semua nantinya. Sejalan dengan itu, ada impian dan harapan yang bertuliskan pada tembok di pinggir jalanan kota berbunyi “Mataram go green”.

Dalam mewujudkan kota yang bersih ini tentunya kita perlu melibatkan berbagai elemen, akan tetapi disamping itu semua diperlukan juga konsistensi semua pihak bukan hanya pada momen-momen tertentu atau sekedar menggugurkan kewajiban. Sampai disini dapat kita katakan pemimpin yang baik adalah hasil dari lingkungan yang baik sehingga apabila lingkungan di kota Mataram buruk maka akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang buruk pula.

Kita semua tentu menginginkan kehidupan yang lebih baik, bukan sekedar gimik tahunan ketika pemilu. Melainkan satu ide besar pada pembangunan yang berpihak. Kota ini lahir dengan cinta kasih perjuangan, maka perlu dibangun dengan kebaikan. Hal tersebut dicerminkan oleh lingkungan yang bersih dan kesempatan yang sama bagi semua orang atas kehidupan yang layak.

Daerah pesisir kota Mataram terutama di Ampenan merupakan pintu gerbang harapan yang belum tua. Daerah ini masih memiliki mimpi untuk maju dan berjaya di masa depan, mengembalikan semangat sejarahnya sebagai lokomotif perekonomian.

Pemimpin di kota ini harapannya dapat menjadi promotor gerakan perbaikan, bukan hanya pada sebagian wilayah namun seluruhnya termasuk di Ampenan. Apabila kita mampu lebih produktif dan serius maka kemajuan akan kota yang kita cintai ini akan sangat mudah untuk di wujudkan.

Opini ini hanya sebagai hiburan dan refleksi kita bersama atas arah dimulainya kembali kebangkitan Ampenan, kota yang telah lama di tinggalkan.

Penulis dalah pemuda asli ampenan bernama M. Sufyan Juliandi Indra Jaya yang getol mengkaji isu-isu ekonomi kerakyatan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Chord Lagu Sasak Mudah Previous post Chord Babat Lombok – Tembang Sasak
Next post Chord Gitar Lagu Sasak Nangis Adeng