Header AD Image

Nelayan Bumbang Mengakui Bahwa Tanah yang Mereka Tempati Milik Perusahaan

Lombok Tengah – Ketua RT dusun Bumbang, Desa Mertak Kecamatan Pujut Amaq Basar menilai bahwa semua warganya kini telah memahami bahwa tanah yang ditinggali adalah milik perusahaan PT Bumbang Citra Nusa dan siap untuk pindah setelah diberikan tali asih oleh pihak perusahaan.

“Awalnya kita bertahan, namun setelah kita paham dan tahu tanah ini milik perusahaan PT Bumbang Citra Nusa, jadi kami memiliki keputusan untuk pindah. Warga kami sekitar 50 KK,” kata Basar ditemui di pesisir Bumbang, Rabu (31/5/23).

Disampaikan Basar untuk uang tali asih yang diterima warga bervariasi tergantung kondisi bangunan rumah yang dimiliki warga.

“Alhamdulillah kami sekarang menerima uang tali asih yang layak, cukup untuk membangun rumah di luar. Jadi sudah tidak ada permasalahan lagi kita selesaikan secara kekeluargaan,” kata Basar.

Direktur Perusahaan, Andre Yakob juga akan berkomitmen dengan adanya pembangunan propertinya nanti, akan banyak menyerap tenaga kerja, terkhusus menyerap masyarakat lokal sesuai dengan keahliannya.

“Membangun ini kita tidak bisa sendiri, tentu nantinya membutuhkan masyarakat. Akan ada banyak karyawan-karyawan yang akan tertampung,” kata Andre.

Diketahui juga bahwa Andre membeli tanah dikawasan Bumbang tersebut sejak tahun 1990an dan hingga kini masih dikuasai dengan status HGB dari 1996 sampai 2025 nanti.

Andre juga mengungkapkan, dirinya sangat berbahagia dengan kesepakatan masyarakat telah menerima keputusan untuk pindah setelah beberapa bulan yang lalu sempat berselisih.

“Kita bersyukur akhirnya kita sama-sama happy menyelesaikan persoalan ini, kita diterima dengan baik sehingga kita aman dan nyaman berada di tempat ini,’ kata Andre.

Budi (30) salah seorang warga yang dulunya getol menolak untuk pindah mengaku telah menerima keputusan bersama dan dirinya telah menerima tali asih sebesar 60 juta lebih.

“Jadi semua sudah clear dengan secara keluarganya, kita semua telah menerima tali asih, dan alhamdulillah sekarang saya dengan tali asih 60 juta saya sedang membangun rumah sekitar 500 meter dari sini,” kata Budi.

Kepada perusahaan Budi meminta agar dalam tenggat beberapa saat, dirinya meminta waktu untuk tetap tinggal di pesisir Bumbang sampai rumah yang akan dibangun selesai.

“Ya sekitar satu bulan lah, kami meminta kepada perusahaan agar bisa tetap disini dulu, sembari menunggu rumah kami jadi,” pinta Budi.

Diketahui ada sebanyak 50 Kepala Keluarga kampung nelayan di Dusun Bumbang yang akhirnya sepakat untuk pindah dari tanah yang dikuasai perusahaan setelah mendapatkan uang ganti rugi yang layak.

Camat Pujut Lalu Sungkul yang turut membantu memediasi warga dan perusahaan, mengungkapkan rasa terimakasih ke pada masyarakat dan perusahaan yang telah menyelesaikan persoalan lahan dengan cara yang kekeluargaan tidak melalui jalur hukum.

“Jadi alhamdulillah kita menyelesaikan persoalan ini dengan cara pendekatan-pendekatan kemanusiaan, bagaimanapun ini lah masyarakat kami yang harus diayomi tentu dengan hak mereka diberikan tali asih,” kata Sungkul.

Sungkul mengarahkan uang tersebut dipakai untuk membuat rumah, tidak jauh dari pesisir agar mata pencaharian mereka sebagai nelayan tidak hilang.

Selain itu dengan keberadaan pembangunan properti hotel nanti oleh perusahaan, nantinya akan menyerap tenaga lokal setempat yang tidak lain merupakan masyarakat Bumbang.

“Jadi warga sebagai nelayan tetap jalan. Investor tetap jalan, dan nanti juga ada komitmen perusahaan untuk mempekerjakan masyarakat setempat, sehingga terbentuknya simbiosis mutualisme,” kata Sungkul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Sempat Konflik, Nelayan di Bumbang Lombok Tengah Akhirnya Pindah Setelah Ada Ganti Rugi
Next post Bikin Ketagihan, Para Pembalap Nasional Silih Berganti Menjajal Sirkuit Mandalika
https://permatajingga.com/ Slot Thailand Situs Slot