Header AD Image

Wagub NTB Launching Gotong Royong Bhakti Stunting di Lombok Timur

Bagikan Artikel
Read Time:2 Minute, 23 Second

Lombok Timur – Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) menggerakkan semua organisasi perangkat daerah (OPD) di 10 kabupaten/kota yang ada di NTB untuk bergotong-royong menurunkan angka kasus stunting.

Upaya tersebut menjadi dasar Wakil Gunernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah melaunching program gotong royong Bhakti Stunting yang digelar di kantor desa Lendang nangka Utara bersama Posyandu Saling Asih, kecamatan Masbagik, Lombok Timur, Senin (22/5/2023).

Hadir pada giat tersebut, Bupati Lombok Timur HM. Sukiman Azmy, dalam sambutannya menyampaikan terimakasih dan rasa bangganya kepada Pemerintah provinsi (Pemprov) khususnya Wagub NTB Sitti Rohmi Djalilah karena telah berkenan menginterpensi kegiatan tersebut.

“Saya sangat merasa bangga kepada pemerintah provinsi NTB karena telah berkenan menginterpensi kegiatan ini dan merupakan wujud kasih sayang dan cintanya khususnya kepada masyarakat Lombok Timur,” ucapnya.

Dijelaskan Bupati, upaya tersebut harus di lakukan bersama-sama, meliputi seluruh komponen masyarakat yang ada secara terstruktur dan fasih.

“Ini poinnya terstruktur dan fasih, dimana terstruktur ini dapat kita lihat baik itu dari dusun, desa, kecamatan, kabupaten dan semua terlibat kalau terkait penanganan Stunting ini,” lanjutnya

Di akhir sambutannya Bupati Sukiman meminta kepada kepala puskesmas, Kades, Kadus, dan Posyandu untuk benar-benar mengawal program Bhakti Stunting ini agar berhasil dengan sebaik-baiknya.

Sementara itu, wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, jika semua pihak memahami apa yang dilaksanakan, dan mengetahui apa yang akan diperbuat, maka apa yang dihajatkan tentu akan berhasil.

Ia juga secara teknis membagi tugas program tersebut dari level kabupaten sampai dengan dusun.

“Apa yang harus dilakukan karena kita semua memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing,” ucapnya.

Dituturkannya bahwa Stunting adalah salah satu program prioritas dari presiden RI Joko Widodo dan pentingnya penurunan angka stunting secara nasional masih datang dari angka survei. Namun dalam hal ini provinsi NTB termasuk Lombok Timur sudah bisa membuktikan menyajikan angka stunting by name by adress.

“NTB termasuk Lombok Timur sudah bisa menyajikan angka stunting by name by adress, ini tidaklah mudah,” ucapnya

“Silahkan bapak ibu datang ke provinsi lain di Indonesia belum ada data, belum ada yang inputnya hampir seratus persen seperti di NTB,” lanjutnya.

Ia menjelaskan bahwa NTB secara bertahap mulai dari tahun 2019 inputnya baru 60 persen, tahun 2020 input naik ke 70 persen, namun mulai tahun 2021 input menjadi 99,5 persen terus sampai sekarang diinput secara maksimal diseluruh posyandu yang ada NTB.

“Dan yang input adalah petugas gizi dari puskesmas, jadi posyandu aktif, puskesmas aktif jadi kita di NTB punya data by name by Adress,” imbuhnya.

Jika tepat mengintervensi kata dia, maka akan ada hasilnya, sehingga mengakibatkan angka stunting ini dapat diintervensi dengan tepat.

“Sekarang lihat Lotim, tajam penurunannya, tajam penurunannya karena tepat intervensinya, juga Petugas, puskesmas, posyandunya semuanya aktif,” pungkasnya.

Turut hadir dalam giat tersebut, Wakil Gubernur NTB, Dinas Sosial Provinsi NTB, bkbbn NTB, Bupati Lombok Timur, OPD lingkup kabupaten Lombok Timur, danramil, perwakilan PKK provinsi NTB, perwakilan PKK Pemda Lotim, Dharma wanita Lombom Timur, Tokoh agama, dan masyarakat setempat.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Pemkab Lombok Tengah ajak Pelaku Wisata Jaga Kebersihan Destinasi Wisata
Next post Pembalap Mobil Indonesia Rekomendasikan Sirukit Mandalika Adakan Balap Mobil