Header AD Image

Seorang Bocah Tewas di Lombok Tengah Terseret Arus Air Saluran Irigasi

Bagikan Artikel
Read Time:1 Minute, 27 Second

Lombok Tengah – Seorang bocah tewas terseret arus air saluran irigasi di Desa Sepakek, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah, pada Sabtu (20/5/2023) sore

Ia adalah Gozali Adhar (8) yang merupakan pelajar kelas 2 di SDN Jurang Sate.

Kapolsek Pringgarata, AKP Sulyadi Muchdip mengatakan kronologis kejadian bermula sekitar pukul 11.00 wita, korban pulang dari sekolahnya.

Kemudian sekitar pukul 11.30 wita korban bersama 4 orang temannya mandi di saluran Irigasi yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah korban.

Menurut informasi dari salah satu teman korban bahwa beberapa saat mandi di saluran Irigasi tersebut, korban bersama salah satu temannya hanyut terbawa arus air.

Kemudian kedua teman korban berupaya membantu keduanya, salah seorang temannya bisa diselamatkan, sedangkan korban terlepas dan terbawa arus air.

Setelah itu, teman teman korban naik kejalan dan berupaya untuk mencari korban dengan cara mengikuti aliran sungai tersebut namun tidak ditemukan.

“Karena merasa ketakutan, teman teman korban tidak berani menceritakan hal tersebut,” tutur AKP Sulyadi Muchdip.

Selanjutnya sekitar pukul 13.00 wita teman teman korban yang lain memberitahukan ketemannya bahwa menemukan pakaian korban disekitar TKP.

Kemudian salah seorang warga mendatangi TKP dan mengetahui peristiwa tersebut langsung memberitahukan ke orang tua korban.

Kedua orang tua korban bersama warga berupaya melakukan pencarian di sepanjang saluran Irigasi tersebut.

Sekitar pukul 15.00 wita salah satu warga menemukan korban dalam posisi tersangkut di plat beton saluran Irigasi yang berjarak sekitar 1000 meter dari TKP.

Korban dilarikan ke Puskesmas Keru untuk mendapatkan pertolongan, namun korban dinyatakan meninggal dunia dan jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka.

“Menurut keterangan orang tua korban bahwa korban tidak bisa berenang,” lanjut AKP Sulyadi Muchdip.

Atas peristiwa itu, orang tua korban menolak untuk dilakukan autopsi dan menerima petistiwa tersebut sebagai sebuah musibah yang dibuktikan dengan menandatangani surat pernyataan penolakan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Kericuhan Antar Pemuda Saat Nyongkolan di Lombok Tengah Akhirnya Berdamai
Next post TGB Tanggapi Pidato Anies Baswedan Soal Pembangunan Jalan Era Presiden Jokowi dan SBY