Header AD Image

Sebanyak 42 WNI asal NTB  Korban Peperangan di Sudan Akan Dipulangkan

Bagikan Artikel
Read Time:1 Minute, 47 Second

Lombok Tengah – Sebanyak 42 orang warga negara indonesia (WNI) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berada di Sudan akan dipulangkan.

Mereka dipulangkan lantaran adanya peperangan yang terjadi di ibu kota Sudan, Khartoum beberapa waktu lalu.

Pertempuran yang melibatkan antara tentara Sudan dan Paramiliter Rappid Support Forces (RSF) itu menyebabkan WNI yang ada di sana menjadi terlantar.

Untuk hari ini pada Senin (1/5) kedatangan para WNI asal NTB tersebut saat ini dibagi menjadi dua kloter.

Pertama pada jam 10:20 WITA akan datang sebanyak 4 orang dan pada jam 15:00 WITA itu sebanyak 19 orang.

“Sekarang 4 orang terdiri dari 1 mahasiswa dan 3 PMI (pekerjaan migran indonesia),” kata Sekda NTB Lalu Gita Ariadi saat menjemput para WNI asal NTB di Bandara Internasional Lombok, pada Senin pagi.

Kemudian lanjut Lalu Gita, sekitar pada 15:00 WITA akan datang lagi sebanyak 19 pada kloter kedua.

“Makanya totalnya menjadi 23 orang untuk hari ini. Dan 4 orang lainnya masih di Jakarta menunggu 15 orang lagi yang masih di Jedah,” ujar Lalu Gita.

Bagi Lalu Gita, 19 orang sisanya itu rencananya akan dipulangkan setelah tiba di Jakarta pada Selasa (2/5) besok.

“Itu mereka akan dipulangkan paling lambat pada hari Rabu (3/5) besok,” ujar Gita.

Menurut Lalu Gita, kepulangan para WNI ini tidak lepas dari koordinasi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTB dengan Pemerintah Pusat.

Hal itu untuk menjamin keselamatan para WNI asal NTB yang saat ini sedang berada di Sudan.

“Kami selaku pemerintah berkewajiban untuk mengurus warga negara indonesia untuk menjamin keselamatan mereka,” jelas Lalu Gita.

Selain itu, Lalu Gita juga menjelaskan bahwa, untuk para WNI korban peperangan Sudan ini diharapkan untuk lebih bijak lagi ketika masih ada niatnya untuk kembali ke sana.

Menurut dia, konflik militer yang di Sudan itu akan berkepanjangan sehingga berpotensi menjadikan para WNI yang akan ke sana menjadi tidak aman.

“Makanya kalau bagi para mahasiswa ini kami harapkan untuk berkoordinasi dengan BRIDA NTB untuk membahas kelanjutan pendidikannya,” katanya.

Sedangkan untuk para PMI, Lalu Gita berharap untuk memilih negara lain dan tentu melalui prosedur yang legal.

“Kalau PMI yang mau ke luar negeri kami harapkan untuk berkoordinasi dengan pihak Dinas Ketenagakerjaan,” pungkas Lalu Gita.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Polisi Bekuk Dua Pembobol Konter di LombokTengah
Next post Pengelolaan Buruk, Banyak Aset Pemkab Lombok Tengah Jadi Sarang Hantu