Header AD Image

Lombok Timur Jadi Daerah Nikah Siri Tertinggi di NTB, Jumlahnya Mencapai 803 Kasus dalam Setahun

Bagikan Artikel
Read Time:1 Minute, 24 Second

Lombok Timur – Pada tahun 2022 lalu Kementrian Agama (Kemenag) Lombok Timur mencatat 803 dari 6900 atau sekitar 12 persen pernikahan yang terjadi di masyarakat adalah nikah siri, jumlah ini menjadi yang tertinggi di Provinsi NTB.

Diketahui nikah siri tersebut didominasi oleh kasus pernikahan dibawah umur. Hal tersebut di sampaikan langsung Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Lombok Timur Lalu Miftahus Surur, Senin (17/4/23).

“Dari 6900 angka pernikahan yang tercatat di Kemenag Lombok Timur, sebanyak 803 kasus diantaranya adalah nikah siri,” ucapnya.

Untuk itulah, pada tahun 2022 hingga tahun 2023, permintaan untuk isbat masih terus di lakukan Kemenag Lombok Timur dengan menggandeng Pengadilan Agama Selong.

Miftahus menjelaskan, umur rata-rata pernikahan masyarakat Lombok Timur relatif masih muda, yakni 70 persen diantaranya berumur 21-25 tahun.

Bahkan, sisanya tercatat masih di bawah umur (21 tahun), penyebab utamanya diketahui karena hubungan diluar nikah hingga menyebabkan hamil.

Khusus untuk nikah siri, aparat dilarang ikut serta dalam mengurusnya karena sudah ada Peraturan Daerah (Perda) Lombok Timur yang mengatur larangan tersebut.

Akan tetapi, diketahui banyak aparat yang masih melanggar aturan tersebut. Akibatnya banyak masyarakat yang melakukan pernikahan tanpa pengakuan dari negara dalam hal ini Kemenag.

Sejauh ini tercatat Kecamatan Sembaluan menjadi Kecamatan dengan kasus nikah siri terbanyak di Lombok Timur, diikuti dengan Pringgabaya, Masbagik hingga Keruak.

Lebih lanjut, pihaknya menduga hal tersebut terjadi imbas dari prilaku adat masyarakat sasak yang masih menganut metode pernikahan pelarian atau kawin lari.

“Kalau kita jadikan pernikahan siri ini sebagai solusi ketika tidak bisa dinikahkan di Kemenag, khawatirnya nanti angka pernikahan anak tetap tinggi,” tuturnya.

Untuk itu, Miftahus berharap agar aparat ditingkat dusun, desa hingga kantor urusan agama (KUA) juga orang tua turut terlibat untuk mencegah pernikahan dini ataupun siri semacam ini.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Jelang Lebaran, Dinas Peternakan Lombok Tengah Akan Stabilkan Harga Daging
Chord Lagu Sasak Mudah Next post Chord Sasak Do Masmirah – Lagu Sasak