Header AD Image

Pathul Bahri Berjanji Akan Adakan Lagi Beasiswa Kedokteran bagi Yatim Penghafal Al Qur’an

Bagikan Artikel
Read Time:2 Minute, 1 Second

Lombok Tengah – Bupati Lombok Tengah H L Pathul Bahri berjanji akan adakan lagi beasiswa kedokteran untuk para yatim pengahafal Al-Qur’an tahun depan.

Pathil Bahri menghadiri langsung proses seleksi tersebut untuk memastikan kelancaran dan transparansi proses seleksi yang dilaksanakan di ruang Kesra Sekda Lombok Tengah.

Dalam kesempatan itu, Bupati berpesan pada para peserta untuk terus berjuang demi cita-citanya. Bagi yang lulus seleksi Fathul Bahri meminta agar tidak mudah puas sebab perjalanan masih panjang.

Lebih lanjut, Fathul berjanji bagi yang tidak lolos seleksi diharap tidak berputus asa sebab tahun depan akan kembali dilakukan seleksi tersebut.

“Bagi peserta yang tidak lolos, jangan menyerah, sebab masih ada kesempatan tahun depan, belajarlah yang giat,” ujar Fathul Bahri, Minggu (16/4/23).

Diketahui, seleksi tahap awal beasiswa kedokteran untuk yatim qari qariah telah dinyatakan selesai, terdapat 19 peserta yang lolos administrasi dan berhak melaju ke tahap kedua yakni seleksi hafalan dan tes tulis.

Usai dilakukan seleksi hafalan dan tes tulis tersebut, peserta akan dikunjungi oleh tim juri ke rumah masing-masing untuk dilakukan survei dan cross check atas identitas dan kondisi lingkungan keluarga bersangkutan.

Jika tahap seleksi selesai dan dinyatakan memenuhi syarat untuk berkuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Mataram, Pemda Lombok Tengah akan membuat fakta integritas yang wajib dipenuhi dan setujui oleh para peserta tersebut.

Salah satu isi fakta integritas tersebut ialah setelah menempuh pendidikan kedokteran maka para peserta wajib bekerja di Klinik Peduli Yatim yang akan dibangun Pemda disertai dengan mengasuh dan memberikan pengobatan gratis kepada anak-anak Yatim.

Sementara itu Dr. TGH Sabaruddin menegaskan seleksi Calon Dokter ini adalah yang pertama kali dilakukan oleh Pemda Lombok Tengah sehingga seleksinya sangat ketat.

Sementara tim penguji terdiri dari qori qoriah tahfiz tahfizah internasional yang sangat berkompeten dalam melakukan pengujian.

TGH Sabarudin menyakinkan kepada seluruh masyarakat dan menjamin seleksi dilakukan secara profesional transparan dan tidak menyulitkan peserta.

“Kita jamin tidak ada permainan mata dalam seleksi ini, sangat ketat dan transparan,” kata Qori Internasional itu.

Saat ini kata dia, peserta sudah memasuki tahap kedua yang sebelumnya ada 8 orang tereliminasi akibat gagal di administrasi.

“Dalam persyaratkan yang ada, siswa adalah jusursan IPA sesuai ketentuan pihak Universitas Mataram sehingga ada yang tidak lolos syarat tersebut” ujarnya.

Selanjutnya, kata Sabarudin, seleksi terkahir adalah melakukan uji lapangan atau survei lapangan ke rumah peserta untuk melihat kebenaran mengenai status yatim dan kondisi ekonominya.

“Kita ingin melihat langsung kondisi dilapangan, benarkah dia Yatim dan bagaimana ekonominya, jadi peserta yang lolos betul betul miskin dan Yatim,” tutupnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Seleksi Tahap Awal Beasiswa Kedokteran Yatim Qari Qari’ah Berjalan Lancar, 19 Peserta Dinyatakan Lolos
Next post Terbukti Berhasil Sebagai Gubernur, Perindo NTB Dorong TGB Maju dalam Pilpres 2024