Header AD Image

Ali BD: Menjamurnya Tambang Ilegal di Lombok Timur Karena Perizinan Bertele-tele!

Bagikan Artikel
Read Time:1 Minute, 35 Second

Lombok Timur – Mantan Bupati Lombok Timur HM. Ali Bin Dachlan menjelaskan alasan menjamurnya tambang galian c ilegal di Kabupaten Lombok Timur. Menurut Ali BD penyebab utamanya disebabkan karena perijinan yang bertele-tele.

“Banyaknya tambang galian c ilegal itu tentu disebabkan oleh beberapa hal, faktor utamanya adalah perizinan, hal ini terjadi setelah kewenangan kabupaten diambil oleh pemerintah provinsi berdasarkan undang-undang baru,” ujar Ali BD, pada Rabu (12/4/2023).

Ali BD yang juga merupakan Rektor Universitas Gunung Rinjani itu menilai, sulitnya mendapatkan izin ini membuat para pelaku kemudian menjadikan tambang ilegal sebagai sesuatu keharusan karena kesulitan membuat tambang legal/berizin.

Ali BD juga menyebut para pelaku tambang juga menyukai akan hal yang beesifat ilegal, dikarenakan mereka tidak akan terbebani oleh biaya pajak yang cukup besar.

Terlebih ada semacam ketidak seriusan para penegak hukum untuk memberantas kondisi semacam itu. Pasalnya hingga saat ini, masih banyak tambang galian c ilegal yang dibiarkan beroprasi.

“Kalau mau menegakkan hukum harus ditegakkan hukum, masalahnya orang mau meminta izin bertele-tele, dilempar kesana kesini,” katanya.

Hingga hal itu lantas akan membuat masyarakat menjadi terbebani, padahal ada target besar Pemkab dengan adanya tambang galian c di Lombok Timur.

Dia juga menyebut Pemkab Lombok Timur saat ini tidak logis dalam menentukan target Pendapatan Asli Daerah (PAD), utamanya melalui adanya tambang galian c.

Pasalnya target ratusan miliar tidak berbanding lurus dengan kemampuan Pemkab dalam memberikan izin akibat keterbatasan imbas pengambilan hak yang dilakukan oleh pusat.

“Silahkan saja buat target, buat saja target kalau tidak tercapai jangan sedih, target itu harus logis, makannya dalam ilmu perencanaan disebut Logical framework,” tegasnya.

Akan tetapi Pemkab saat ini tidak memiliki pemikiran logis seperti itu. Lebih lanjut dia mencontohkan, sama dengan orang berhutang, tentunya dia sudah tau darimana dia akan membayar nantinya.

“Jadi nanti kalau dia sedih tidak tercapai bukan salahnya sendiri, tapi salahnya kerena tidak logis, karena pada dasarnya dalam perencanaan moderen itu yang digunakan adalah Logical framework itu,” pungkasnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Sebelum Lakukan Aksinya, Pelaku Begal Ini Mengaku Mabuk-mabukan Terlebih Dahulu
Next post Ali BD Menilai Target PAD Pemkab Lombok Timur dari Sektor Tambang Tidak Logis