Header AD Image

Desa Aikdewa Lombok Timur, Gelar Ritual Adat Ngalun Aiq dan Mandik Penganten

Bagikan Artikel
Read Time:1 Minute, 57 Second

Lombok Timur – Gawe Desa Aikdewa, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur hadir kembali di tengah-tengah masyarakat Lombok Timur.

Acara adat yang digelar untuk ketiga kalinya ini diselenggarakan mengangkat adat dan budaya nenek moyang yang hampir punah yakni Ngalun Aiq dan Mandik Penganten.

Ketua Panitia Gawe Desa 3 Aikdewa, Hirpan Rosidi menjelaskan istilah Ngalun Aiq sendiri merupakan suatu brand utama dari gelaran Gawe Desa.

Namun tak melulu hanya adat budaya tersebut saja yang diangkat melainkan juga dirangkaikan dengan adat budaya lainnya seperti Mandik Penganten, Poposan, Rantok, Berolang-olang, Tari Rudat, Dila Siu dan lainnya yang ada di Desa Aikdewa.

“Sehingga setiap gelaran Gawe Desa selalu mengangkat adat budaya yang berbeda dan tentunya Ngalu Aiq yang menjadi brand utama pada gelaran tersebut harus ada menjadi penyangga atau pun pendamping dari budaya lainnya,” ucap Hirpan Rosidi Senin (10/4/2023).

Pada penyelenggaraan Gawe Desa 3 ini akan mengangkat adat dan budaya Ngalun Aiq x Mandik Penganten yang akan dilaksanakan pada 20 Juni 2023 sesuai dengan Calender of Event Kabupaten Lombok Timur.

“Setiap gelaran prosesi Ngalun Aiq selalu ada karena sebagai brand utama event Desa Aikdewa sekaligus untuk menjaga kelestarian mata air, karena Aikdewa sangat berlimpah mata air,” ungkapnya.

Prosesi Mandik Penganten sendiri, kata Hirpan bertujuan untuk membersihkan kedua mempelai dari sisi negatif yang ada di dalam tubuhnya.

Sehingga saat menjalani pernikahannya kedua mempelai sudah bersih dari sisi negatif dan dapat menjalani kehidupan berkeluarga dengan aman dan nyaman.

“Prosesi Mandik Penganten itu sendiri harus dilaksankan di dekat mata air dengan terlebih dahulu menggelar beberapa ritual pembuka agar apa yang dihajatkan dapat dengan mudah tersampaikan,” tuturnya.

Dalam setiap gelaran Gawe Desa ini sendiri tak hanya melibatkan para penyelenggara saja, melainkan melibatkan seluruh elemen masyarakat yang ada di Desa Aikdewa.

Sehingga atmosfer dari setiap gelaran dapat dirasakan oleh semua kalangan masyarakat, dan tentunya dengan begitu adat istiadat yang telah lama ditinggalkan oleh para leluhur dapat kembali dikenal oleh masyarakat luas, khusunya yang ada di Desa Aikdewa.

Tak hanya Ngalun Aiq dan Mandik Penganten saja yang diadakan dalam Gawe Desa tersebut, melainkan juga dirangkaikan dengan kegiatan pendukung lainnya seperti Gebyar Ngeson Aiq Kokok, Jalan Sehat, Bazar UMKM, Nyair, dan Pesta Rakyat sebagai penutup kegiatan.

Hirpan berharap dengan diadakannya kegiatan tersebut dapat memperkenalkan budaya yang telah lama hilang dari tengah-tengah masyarakat, sehingga apa yang telah lama hilang dapat dinikmati lagi keberadaannya oleh masyarakat millenial atau generasi Z.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Dewan Desak Pemkab Lombok Tengah Segera Lakukan Mutasi
Next post Dinas Perkim Lombok Timur Anggarkan 50 Juta Per Unit Untuk Renovasi 168 Rumah Kumuh di Masbagik Selatan