Header AD Image

WNA Prancis yang Bikin Onar di Masjid Batu Layar Akan Dideportasi

Bagikan Artikel
Read Time:1 Minute, 43 Second

Mataram – Seorang warga negara asing (WNA) asal Perancis inisial ER (51) diamankan oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram, pada Selasa (28/3/23) kemarin.

Kasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Imigrasi Kelas I TPI Mataram, Slamet Wahono mengatakan, ER diduga telah melakukan keonaran di Masjid Nurul Huda, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, pada Senin (27/3/23) sekitar pukul 19.30 WITA.

“Kami bersama Ditintelkam Polda NTB berhasil mengamankan ER di rumahnya di Perumahan Green Valley, Senggigi, Lombok Barat,” kata Wahono, pada Jumat (31/3/23).

Menurut Wahono, kejadian bermula dari laporan masyarakat yang mengatakan bahwa ada WNA mendatangi Masjid saat sedang tadrusan sekitar pukul 01:00 WITA.

Setelah itu, kata Wahono, ER masuk ke dalam masjid tanpa melepas alas kakinya (sepatu).

“Padahal warga sudah menegur ER untuk melepas alas kakinya karena ia melewati batas suci. Namun teguran itu tidak diindahkan sama sekali,”. jelasnya.

Di dalam masjid, ER mempertanyakan suara orang tadrusan yang dianggapnya bising dan mengganggu waktu istirahatnya. ER juga mempersilakan warga mengambil video untuk memviralkan dirinya.

“Setelah kejadian tersebut, warga melapor pada Kepala Dusun Batu Bolong, laporan tersebut diteruskan kepada pihak berwajib,” jelasnya.

Wahono menjelaskan, pihaknya yang menerima laporan tersebut langsung mencari tahu keberadaan pelaku.

“Dan pada tanggal 28 Maret 2023 akhirnya kami berhasil mengamankan pelaku di rumahnya,” jelasnya.

Saat dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku, diketahui pelaku tiba di Indonesia melalui Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali pada 5 Maret 2023 menggunakan Visa on Arrival.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ER terbukti melanggar Pasal 75 ayat 1 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian.

“Untuk itu kepadanya diberikan tindakan administratif keimigrasian berupa pendeportasian dan penangkalan,” tegasnya.

Adapun deportasi terhadap ER akan dilakukan tanggal 1 April 2023 melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang.

“Selama menunggu pendeportasian, ER akan berada di ruang detensi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram,” katanya.

Wahono juga menegaskan bahwa pihaknya akan berkomitmen melaksanakan arahan Dirjend Imigrasi tentang orang asing yang mengganggu ketertiban umum.

Pihaknya tidak segan untuk menindak tegas WNA yang tidak taat pada terhadap aturan di Indonesia.

“Ini komitmen dari atasa agar para WNA tidak melanggar peraturan perundang-undangan,” pungkasnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Spesialis Pencurian Mobil di Lombok Dibekuk Polisi bersama Penadahnya
Next post Merasa Terganggu Oleh Tadarusan, WNA Asal Prancis Ngamuk-ngamuk di Masjid Batu Layar