Header AD Image

Selama Oprasi Pekat, Polres Lombok Barat Amankan 46 Pelaku Perjudian, Prostitusi Hingga Pengedar Miras Ilegal

Bagikan Artikel
Read Time:1 Minute, 24 Second

Lombok Barat – Sebanyak 46 tersangka kasus perjudian, pengedar minuman keras (miras) ilegal hingga prostitusi ditangkap di Lombok Barat selama Oprasi penyakit masyarakat (Pekat) Rinjani 2023 yang berlangsung selama dua pekan.

Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus Nyoman Gede Junaedi mengatakan bahwa, operasi Pekat Rinjani tahun ini lebih fokus menyasar kejahatan perjudian.

“Dari 37 tersangka yang kami amankan. Hanya 2 pelaku prostitusi, sementara judi kartu domino ada 35 tersangka. Sedangkan kasus peredaran miras 9 pelaku,” kata Bagus, Jumat (31/3/23).

Menurut Bagus, kedua pelaku prostitusi yang diamankan beralamat di Kecamatan Batulayar, Lombok Barat.

“Kedua pelaku berperan sebagai penyedia jasa sewa lokasi dengan modus spa pijat plus-plus,” terangnya.

Diketahui, pelaku prostitusi tersebut ditangkap berdasarkan adanya aduan dari masyarakat yang resah dengan kegiatan itu selama bulan Ramadhan.

“Ini dari dua laporan polisi, kami tidak menemukan ada anak dibawah umur,” ungkapnya.

Ditemui secara terpisah, Kasat Resnarkoba Polres Lombok Barat Iptu Irvan Surahman mengatakan kasus peredaran miras ilegal menyebar di semua kecamatan. Dari 9 tersangka pengedar miras, polisi berhasil mengamankan 1.580 botol miras.

Hanya saja, kata Irvan, kasus terbanyak dalam operasi Pekat kali ini terdapat di Kecamatan Kediri, Labuapi dan Kecamatan Batulayar.

“Sebenarnya hampir semua kecamatan ada, namun di kecamatan yang tadi disebutkan itu paling banyak,” ujar Irvan.

Menurut Irvan, seluruh pelaku peredaran miras ilegal akan diancam Pasal 106 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan minuman keras.

Para pelaku akan dijerat Pasal 44 Ayat (1) Perda Kabupaten Lombok Barat Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pengawasan, Pengendalian, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol.

Untuk pelaku perjudian terkena Pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman pidana 10 tahun penjara. Sedangkan dua pelaku prostitusi, diancam Pasal 295, Pasal 296, Pasal 297, Pasal 506, dan Pasal 284 KUHP.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Merasa Terganggu Oleh Tadarusan, WNA Asal Prancis Ngamuk-ngamuk di Masjid Batu Layar
Next post Feminisme dan Akar Tunggal Prostitusi