Header AD Image

Merasa Terganggu Oleh Tadarusan, WNA Asal Prancis Ngamuk-ngamuk di Masjid Batu Layar

Mataram – Seorang warga negara asing (WNA) asal Perancis inisial ER (51) telah berbuat onar dan mengamuk karena merasa terganggu dengan suara tadarusan di Masjid, pada Senin (27/03/23).

Kasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Imigrasi Kelas I TPI Mataram, Slamet Wahono menjelaskan ER melakukan keonaran di Masjid Nurul Huda, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat.

“Kami bersama Ditintelkam Polda NTB berhasil mengamankan ER di rumahnya di Perumahan Green Valley, Senggigi, Lombok Barat,” kata Wahono, pada Jumat (31/3/23).

Menurut Wahono, kejadian bermula dari laporan masyarakat yang mengatakan bahwa ada WNA mendatangi Masjid saat sedang tadrusan sekitar pukul 01:00 WITA.

Setelah itu, kata Wahono, ER masuk ke dalam masjid tanpa melepas alas kakinya (sepatu).
“Padahal saat itu warga sudah menegur ER untuk melepas alas kakinya karena ia melewati batas suci. Namun teguran itu tidak didengarnya,” jelasnya.

Di dalam masjid, ER mempertanyakan suara orang tadrusan yang dianggapnya bising dan mengganggu waktu istirahatnya. Selain itu, ER juga mempersilakan warga mengambil video untuk memviralkan dirinya.

“Setelah kejadian tersebut, warga melapor pada Kepala Dusun Batu Bolong, laporan tersebut diteruskan kepada pihak berwajib,” jelasnya.

Wahono menjelaskan, pihaknya yang menerima laporan tersebut langsung mencari tahu keberadaan pelaku.
“Dan pada tanggal 28 Maret 2023 akhirnya kami berhasil mengamankan pelaku di rumahnya,” jelasnya.

Saat dilakukan pemeriksaan ternyata pelaku datang ke Indonesia melalui Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali pada 5 Maret 2023 menggunakan Visa on Arrival.

Setelah diperiksa ER terbukti melanggar Pasal 75 ayat 1 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian.

“Untuk itu kepadanya diberikan tindakan administratif keimigrasian berupa pendeportasian dan penangkalan,” tegasnya.

Deportasi terhadap ER akan dilakukan tanggal 1 April 2023 melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta di Tangerang.

“Selama menunggu waktu pendeportasian, ER akan berada di ruang detensi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram,” katanya.

Wahono juga menegaskan bahwa pihaknya akan berkomitmen melaksanakan arahan Dirjend Imigrasi tentang orang asing yang mengganggu ketertiban umum.

Pihaknya tidak segan-segan untuk menindak tegas WNA yang tidak taat pada aturan Indonesia.
“Ini komitmen dari atasa agar para WNA tidak melanggar peraturan perundang-undangan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post WNA Prancis yang Bikin Onar di Masjid Batu Layar Akan Dideportasi
Next post Selama Oprasi Pekat, Polres Lombok Barat Amankan 46 Pelaku Perjudian, Prostitusi Hingga Pengedar Miras Ilegal
https://permatajingga.com/ Slot Thailand Situs Slot