Header AD Image

Riset: Puasa Dapat Mengurangi Stres dan Memperpanjang Usia

Bagikan Artikel
Read Time:2 Minute, 5 Second

Banyak penelitian yang menjelaskan bermacam manfaat puasa. Sebagian besar penelitian tersebut menyebutkan bahwa puasa terbukti memiliki manfaat yang banyak bagi tubuh, termasuk riset atau penelitian-penelitian yang dilakukan dunia barat. Puasa sendiri bukan saja ibadah Umat nabi Muhammad saja, sebab ajaran nabi-nabi sebelumnya juga mengajarkan puasa seperti Nabi Daud, Musa, Isa, Ibrahim dsb.

Menurut Agus Rahmadi Dkk dalam buku “Hikmah Puasa Perspektif Hadis dan Medis” menjelaskan bahwa salah satu manfaat puasa yang ditemukan oleh hasil riset sains adalah dapat memperpanjang umur. Kesimpulan ini dipahami dari hasil riset Vladimir Nikitin, seorang ilmuwan asal Rusia.

Penelitian ini berawal dari hasil pengamatannya terhadap kondisi fisik orang Indonesia. Dia merasa heran mengapa banyak orang Indonesia bertubuh gemuk padahal mereka sering melakukan ibadah puasa, baik puasa wajib maupun puasa sunnah. Akhirnya dia melakukan penelitian dengan menjadikan tikus sebagai objek penelitiannya. Dia mengambil sampel lima kelompok tikus. Masing-masing pola makan kelompok ini diatur dan berbeda antara satu sama lainnya.

Ada yang diberi makan setiap hari, ada pula yang dipuasakan. Bahkan ada yang tidak diberikan makan sama sekali. Kelompok tikus pertama dipuasakan Senin dan Kamis, kelompok kedua dipuasakan model puasa Daud, dan kelompok tikus ketiga dipuasakan setiap hari tanpa ada sahur dan berbuka, dan kelompok tikus berikutnya diberi makan setiap hari. Hasilnya, ternyata tikus yang diberi makan setiap hari, usianya hanya mencapai 2,5 tahun. Sedangkan kelompok tikus yang berpuasa setiap hari tanpa diberi makan usianya tidak lama. Sementara kelompok tikus yang berpuasa Senin-Kamis dan berpuasa Daud usianya relatif mencapai usia empat tahun. Dengan hasil penelitian Vladimir tersebut dia menyimpulkan berpuasa terbukti dapat memperpanjang usia.

Sama halnya dengan yang disampaikan oleh Dr. dr. Probosuseno, pakar penyakit dalam Universitas Gadjah Mada (UGM). Dia menyampaikan bahwa ketika berpuasa tubuh tidak kemasukan makanan dan minuman dalam kurun waktu tertentu. Oleh karena itu tubuh akan berusaha mengolah energi dari berbagai sumber. Normalnya energi diperoleh dari glukosa yang terkandung di dalam tubuh. Namun, saat berpuasa energi justru akan dihasilkan dari keton yang membuat metabolisme dalam tubuh akan berubah. Keton yang akan diubah menjadi energi dan membuat lemak berkurang.

Beberapa penelitian terbaru yang termuat di Journal of American Heart Association juga menemukan fakta bahwa puasa selama Ramadhan bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah, berat badan, dan kadar lemak tubuh. Dijelaskan bahwa proses pengubahan keton menjadi energi dikenal dengan ketogenesis. Proses ketogenesis tersebut ternyata memiliki berbagai manfaat, seperti menekan peradangan dan meningkatkan respons tubuh terhadap stres, memperbaiki tekanan darah dan berat badan, pikiran menjadi semakin baik dan fungsi organ dalam menjadi makin bagus seperti fungsi hati, ginjal, dan lainnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post 1 Ramadhan 1444 H Akan Ditetapkan Setelah Sidang Isbat Nanti Malam
Next post Pantai Loang Baloq Mataram Jadi Salah Satu Titik Pemantauan Hilal Kemenag