Header AD Image

5 Manfaat Merokok Bagi Kesehatan

Banyak orang beranggapan bahwa rokok adalah barang berbahaya yang dapat merusak kesehatan manusia. Tidak jarang rokok sering menjadi kambing hitam setiap ada masalah di negeri ini, seperti kemiskinan hingga kesehatan, bahkan rokok dianggap beban negara karena banyak perokok yang sakit-sakitan yang harus ditanggung BPJS.

Padahal sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa kampanye anti rokok sebenarnya bertujuan untuk merebut pasar nikotin. Disamping itu, banyak juga penelitian soal manfaat rokok yang jarang dibicarakan. Meski demikian, hingga kini tetap saja stigma dan penilaian buruk rerhadap roko melekat di bawah alam sadar banyak orang, khususnya di Indonesia.

Agar tidak panjang lebar dan memperdebatkan hal yang kontroversial seperti merokok, agat adil dan lebih baiknya kita menelusuri beragam manfaat kesehatan dari merokok. Sebab dampak buruk merokok sudah terlalu sering dibicarakan bahkan dikampanyekan kepda masyarakat. Berikut ini 5 manfaat bagi kesehatan.

1) Perokok lebih kuat dan cepat sembuh dari serangan jantung dan stroke.

Sebuah penelitian besar menunjukkan manfaat lain merokok, yakni manfaat terhadap restenosis atau penyempitan pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah menjadi terbatas, seperti pembuluh darah ke jantung (cardiovaskulardisease) atau ke otak (stroke). Perokok memiliki kesempatan yang lebih baik untuk bertahan hidup dan penyembuhan yang lebih cepat.

Penelitian lain juga menyebutkan karbon monoksida dapat mengurangi serangan jantung dan stroke. Karbon monoksida merupakan produk sampingan dari asap tembakau. Sebuah laporan menunjukkan tingkat sangat rendah dari karbon monoksida dapat membantu para korban serangan jantung dan stroke.

Karbon monoksida menghambat pembekuan darah, sehingga melarutkan gumpalan berbahaya di pembuluh arteri. Para peneliti memfokuskan pada kemiripan yang dekat antara karbon monoksida dengan oksida nitrat yang menjaga pembuluh darah tetap melebar dan mencegah penumpukan sel darah putih.

Baru-baru ini oksida nitrat telah ditingkatkan statusnya dari polutan udara biasa menjadi penghubung fisiologis

terpenting kedua secara internal. Oleh karena itu, tidak akan mengherankan kalau karbon monoksida secara paradoks dapat menyelamatkan paru-paru dari cedera akibat penyumbatan pembuluh darah ke jantung (cardiovascularblockage).

2) Merokok Mengurangi Risiko Parkinson.

Banyak bukti yang menunjukkan bahwa merokok melawan penyakit Parkinson. Sebuah penelitian terbaru menambah kuat bukti sebelumnya yang melaporkan bahwa merokok dapat melindungi manusia dari penyakit Parkinson. Secara khusus, penelitian baru tersebut menunjukkan hubungan temporal antara kebiasaan merokok dan berkurangnya risiko penyakit Parkinson.

Artinya, efek perlindungan terhadap Parkinson berkurang setelah perokok menghentikan kebiasaan merokoknya. Studi lain mengenai pengaruh positif merokok terhadap Parkinson Desease (PD) adalah sebuah penelitian terhadap 113 pasangan kembar laki-laki. Tim peneliti yang dipimpin oleh Dr Tanner terus melihat perbedaan yang signifikan ketika dosis dihitung sampai 10 atau 20 tahun sebelum diagnosis.

Mereka menyimpulkan bahwa temuan ini menyangkal pernyataan bahwa orang yang merokok cenderung memiliki PD. Masih banyak penelitian yang lainnya mengenai kebiasaan merokok yang berguna melawan Parkinson.

3) Nikotin membunuh kuman penyebab tuberculosis (TBC).

Suatu hari Nikotin mungkin menjadi alternatif yang mengejutkan sebagai obat TBC yang susah diobati, kata seorang peneliti dari University of Central Florida (UCF). Senyawa ini menghentikan pertumbuhan kuman TBC dalam sebuah tes laboratorium, bahkan bila digunakan dalam jumlah kecil saja, kata Saleh Naser, seorang profesor mikrobiologi dan biologi molekuler di UCF. Kebanyakan ilmuwan setuju bahwa nikotin adalah zat yang menyebabkan orang menjadi kecanduan rokok.

4) Efek transdermal nikotin pada kinerja kognitif (berpikir) penderita Down Syndrome.

Sebuah penelitian mengenai pengaruh rangsangan nikotin-agonis dengan 5 mg jaringan kulit implan, dibandingkan dengan plasebo (obat kontrol), pada kinerja kognitif pada lima orang dewasa dengan gangguan. Perbaikan kemungkinan berhubungan dengan perhatian dan pengolahan informasi yang terlihat pada pasien Down Syndrom dibandingkan dengan kontrol kesehatannya.

Down syndrome adalah penyakit yang disebabkan adanya kelainan pada kromosom 21 pada pita q22 gen SLC5A3, yang dapat dikenal dengan melihat manifestasi klinis yang cukup khas. Kelainan yang berdampak pada keterbelakanganpertumbuhan fisik dan mental anak ini pertama kali dikenal pada tahun 1866 oleh Dr.John Longdon Down.

5) Merokok mencegah asma dan penyakit karena alergi lainnya.

Sebuah studi dari dua generasi penduduk Swedia menunjukkan dalam analisis multi variasi, beberapa anak dari para ibu yang merokok sedikitnya 15 batang sehari cenderung memiliki peluang yang lebih rendah untuk menderita alergi rhino-conjunctivitis, asma alergi, eksim atopik dan alergi makanan, dibandingkan dengan anak-anak dari para ibu yang tidak pernah merokok. Anak-anak dari ayah yang merokok sedikitnya 15 batang rokok sehari memiliki kecenderungan yang sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stres Karena Cerai, Seorang Ayah di Lombok Tengah Kirim Video Aniaya Anak Kandungnya ke Mantan Istri Previous post Stres Karena Cerai, Seorang Ayah di Lombok Tengah Kirim Video Aniaya Anak Kandungnya ke Mantan Istri
Next post Menekan Gender Psimistict
https://permatajingga.com/ Slot Thailand Situs Slot