Header AD Image

Mengapa Sosialisme Lahir ?

Bagikan Artikel
Read Time:5 Minute, 30 Second

Jika kita perhatikan, meski sosialisme pada abad ke-21 tidak lagi mengambil refrensi persis seperti pemikiran Karl Marx, Lenin ataupun Stalin namun pemikiran mereka masih menjadi sumber ide perkembangan sosialisme selanjutnya. Sosialisme abad 21 kembali menjadi wacana dan gerakan masif salah satu sebabnya karena keberhasilan rakyat Venezuela melakukan revolusi Amerika Latin di bawah Hugo Chavez.

Dengan demikian, sosialisme abad 21 adalah sosialisme yang tumbuh dan berkembang dikawasan Amerika Latin. Dalam sosialisme abad 21, formulasi yang di tempuh tidak lagi mengadopsi pemikiran Marxisme dan Leninisme tentang perjuangan kelas, namun formulasi yang di tempuh adalah sebuah upaya bagaimana membangun keseimbangan serta kesinambungan antara sistem sosialisme dengan kapitalisme. Selain itu konsep pertentangan antar kelas tidak lagi diadopsi sekaku seperti teori yang diutarakan marx atau dipraktikan Lenin, dengan demikian semua elemen masyarakat dapat berdampingan secara sosial.

Perjuangan yang dilakukan juga bukan melalui jalan revolusi dengan kekerasan seperti halnya revolusi Bholsevik di Rusia 1917 lalu, namun lebih mengedepankan pendidikan politik dengan cara pemantapan ideologi serta mengupayakan perjuangan melalui lembaga-lemabga negara seperti parlemen dalam rangka mewujudkan masyarakat sosialis. Sebagai sebuah ideologi, sosialisme terlahir sebagai sikap keprihatinan terhadap kondisi sosial-politik masyarakat pada zaman Revolusi Industri di Inggris dan benua Eropa pada abad ke 18-19.

Revolusi Industri di Eropa di tandai dengan berbagai penemuan baru salah satunya adalah mesin-mesin untuk industri, dalam perkembangannya mesin-mesin untuk industri mulai menggusur tenaga manusia. Revolusi industri dalam perjalananya ternyata merubah pula tatanan ekonomi politik masyarakat, manusia mulai mengalami pergerseran orientasi ekonomi, lahan pertanian mulai ditinggalkan, sistem pabrik menggantikan proses pengelolaan di rumah tangga, revolusi industri juga dicirikan oleh berkembangnya arus modal yang berorientasi mencari keuntungan yang sebesar-besarnya disegala sektor kehidupan.

Berkembangnya arus modal dengan orientasi mengambil keuntungan yang sebesar-besarnya menjadi titik pangkal lahirnya sistem ekonomi kapitalisme. Sistem kapitalisme di tandai dengan adanya keinginan agar kepemilikan individu dalam sirkulasi ekonomi merupakan sesuatu yang harus di lestarikan serta dilindungi, salah satunya adalah kepemilikan individu terhadap alat produksi serta sumber produksi (tanah, pabrik, mesin, kekayaan alam), selain itu ekonomi kapitalisme di tandai dengan produksi di lakukan bukan dalam konteks kegunaan tetapi untuk keuntungan semata.

Ekonomi kapitalisme menjadi kian masif akibat terjadinya perubahan kerangka teori ekonomi, adalah Adam Smith yang mempelopori perombakan teori ekonomi. Smith dengan pemikiran ekonominya berpendapat bahwa

“Barang konsumsi, bukan emas atau perak, adalah bentuk kekayaan yang terpenting. Dan produksi sebagai kunci kemakmuran ekonomi. Smith juga berpendapat bahwa pemerintah seharusnya tidak turut campur tangan dalam industri dan perdagangan karena regulasi pemerintah akan mempengaruhi jalannya hukum-hukum ekonomi alamiah dan harmoni dalam kepentingan dalam alam. Kemakmuran suatu bangsa bagi Smith bisa di tingkatkan dengan memberikan setiap orang kesempatan yang seluas-luasnya untuk memenuhi kepentingannya sendiri, maka kemakmuran tertinggi bisa di capai dengan membiarkan alam bergerak menurut hukumnya sendiri (kompetisi pasarb Bebas).”

Untuk memperkuat ekonomi kapitalis, Smith pun mempopulerkan sebuah teori dengan judul teori tangan yang tak kelihatan.

“Jika kita berusaha dan mengerjakan kebaikan bersama secara langsung, kita kerap kali gagal. Tetapi jika kita mengerjakannya tidak secara langsung, oleh masing-masing mengejar kepentingan kita sendiri, cita -cita kita bisa tercapai.”

Dalam perjalanannya, kapitalisme menuai banyak kritik, kapitalisme menimbulkan berbagai persoalan di dalam kehidupan, dalam pandangan kaum penolak kapitalisme, kapitalisme dianggap mempunyai dosa-dosa sosial-politik, diantaranya;

1. Kapitalisme hanya melahirkan kelas sosial didalam masyarakat, karena berlakunya sistem kelas maka pertentangan serta konflik antar kelas sulit untuk di hindari

2. Kapitalisme merusak watak manusia, karena dalam kapitalisme tersimpan budaya individualistik, tamak, materialisme, konsumerisme, serta kompetisi yang tidak sehat, semua itu terjadi karena ingin meraih keuntungan dan kekayaan

3. Kapitalisme adalah sistem dehumanisasi, hal ini terjadi karena dengan sistem kapitalisme ternyata pengangguran serta kemiskinan makin tak terbendung

4. Ekonomi dengan kedaulatan pasar, merusak ekonomi kerakyatan, sehingga melahirkan kediktatoran pasar.

Dampak dari berkembangnya ekonomi kapitalisme menimbulkan berbagai pemikiran alternatif dengan tujuan merombak sistem ekonomi kapitalisme, adanya pemikiran serta konsep alternatif selain kapitalisme inilah yang menjadi titik pijak lahirnya sosialisme, orientasi utama dari sosialisme tidak lain adalah menghapus ekonomi kapitalisme dan mengubah dengan ekonomi sosialis.

Dengan demikian kita bisa mengambil kesimpulan bahwa sosialisme merupakan respon kritis atas dominasi kapitalisme. Mengapa perlu konsep alternatif, karena kapitalisme dianggap identik dengan ketidak adilan. Dalam kapitalisme buruh berkerja keras demi memenuhi kuota produksi namun imbalan (upah) yang didapatkan dibawah standar, sebab dalam kapitalisme keuntungan dari produksi hanya dinikmati oleh kaum pemilik produksi/pemeberi kerja.

Untuk menggantikan ekonomi kapitalisme, para penganut sosialisme mencoba merumuskan konsep dasar sosialisme dengan rumusan sebagai berikut;

1. Ekonomi di dasarkan atas kepemilikan bersama (kerakyatan), dengan demikian hak milik dikurangi atau tidak ada sama sekali

2. Adanya distribusi kekayaan serta kesataraan kekuatan dan kesempatan

3. Setiap individu berkerja demi komunitas dan memberikan kontribusi kebaikan bersama, dari dan oleh masing-masing untuk sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan

4. Melestarikan sifat-sifat kemanusiaan sehingga tidak ada lagi distorsi tehadap sifat kemanusiaan seperti ketamakan dan kemiskinan, sehingga manusia memiliki rasa kepedulian

5. Barang-barang dibagikan secara gratis

6. Produksi dilakukan atas dasar kegunaan dan bukan lagi atasbdasar motif mencari keuntungan belaka.

Dari uraian diatas, kita bisa mengambil sebuah gambaran umum bahwa ideologi sosialisme dalam bingkai ekonomi – politik adalah sebuah ideologi yang berangkat dari kesadaran kemanusiaan, dari kesadaran tersebut kemudian melahirkan solidaritas sosial-politik. Solidaritas politik inilah yang kemudian melahirkan sebuah cita-cita bahwa manusia harus terbebas dari praktik eksploitasi ekonomi, karena eskploitasi ekonomi yang mengatasnamakan keuntungan hanya akan membuat nilai-nilai suci kemanusian terkubur di dalam lubang yang mengatasnamakan keuntungan.

Selain itu sosialisme dapat diartikan sebagai ideologi yang menginginkan pentingnya keadilan distribusi serta perlunya ada upaya politik dari negara untuk mencegah, mengurangi kepemilikan individu hingga pengusaan negara dalam sektor industri yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Bila kapitalisme mengagungkan kepentingan pribadi, maka sosialisme memuliakan kepentingan publik. Jika kapitalisme mendewakan kekayaan individu, maka sosialisme mengupayakan pemerataan kesejahteraan publik.

Jika kapitalisme mempraktikan eksploitasi terhadap alam dan manusia demi memberi keuntungan pada segelintir orang. Maka sosialisme mengupayakan keharmonisan dengan alam dan martabat manusia. Jika kapitalisme memperkenankan konflik untuk berebut sumberdaya dan memaksa pihak yang lemah untuk tunduk, Sosialisme berupaya memajukan perdamaian. Jika kapitalisme menghancurkan perikehidupan bertani dengan perampasan tanah, baik secara kasar maupun prosedural.

Sosialisme berusaha memajukan pertanian dengan melatih kaum tani bekerja dengan cara produksi yang modern dalam kemandirian dan kebersamaan. Pendeknya, sosialisme berusaha membalik segala keburukan dan dampak kapitalisme. Sementara itu, dalam konteks etika sosial, ideologi sosialisme dapat dimaknai sebagai sebuah pandangan sosial yang mengkampanyekan dan memperjuangakan nilai-nilai kehidupan yakni solidaritas sosial, keadilan sosial sebagai basis nilai yang paling utama dalam setiap kehidupan manusia. Kedua nilai tersebut (solidaritas sosial dan keadilan sosial) merupakan sumber serta falsafah sosial yang harus di tegakan dalam rangka mencegah disharmoni sosial didalam kehidupan umat manusia.

 

Shulhi Rinjani (Penulis) menetap di Lombok Barat, menggeluti isu-isu ekonomi politik serta kedaulatan lingkungan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Partai NasDem Lombok Tengah Targetkan 6 Kursi Dewan di Pileg 2024 Previous post Partai NasDem Lombok Tengah Targetkan 6 Kursi Dewan di Pileg 2024
Next post Desa Mandiri di NTB Meningkat Pesat, Namun Kesenjangan Lombok Sumbawa Masih Tinggi