Header AD Image

Datang Bertamu, Pria di Lombok Tengah Ini Tega Gorok Pemilik Rumah Hingga Tewas

Lombok Tengah – Seorang pria berinisial SW (32) asal Desa Janapria, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah dengan sadis menggorok pemilik rumah inisial DI (27) hingga tewas. Perbuatan tersebut dilakukan saat dirinya bertamu ketika sedang dibuatkan kopi.

Seperti diketahui pembunuan sadis itu terjadi di rumah korban yang berada di Desa Janapria, Kecamatan Janapria, Lombok Tengah, pada Rabu (15/3/23) sekitar pukul 09:15 WITA.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, diketahui bahwa saat itu terduga pelaku sedang bertamu ke rumah korban.

Kemudian pelaku disambut oleh Kakak korban berinisial D (29). Kakak korban yang mengetahui pelaku datang bertamu, lalu ke dapur untuk membuatkan kopi.

Tidak lama di rumah, secara tiba-tiba dan tanpa diketahui kakak korban, pelaku masuk ke kamar korban yang saat itu masih tidur dan langsung melakukan perbuatan sadis tersebut.

Mengetahui kejadian itu, kakak korban bersama saksi lainnya inisial S langsung membawa korban ke Puskesmas Janapria agar cepat ditangani secara medis.

Namun naas setibanya di Puskesmas, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka parah pada bagian leher akibat digorok oleh pelaku.

Mengetahui kejadian itu, Satreskrim Polres Lombok Tengah bertindak cepat. Pelaku langsung digrebek dirumahnya, dan saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka, pada Rabu (15/3/2023) siang.

Sementara Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, Iptu Redho Rizki Pratama yang ditemui di ruangannya mengatakan bahwa, motif dari pembunuhan tersebut adalah dendam masa lalu.

Menurut Redho, pelaku merasa sempat mendapatkan perilaku yang tidak baik dari Korban sekitar 6 tahun silam.

“Kalau dari keterangan pelaku saat kami periksa sih, dia ada dendam sama korban 6 tahun lalu,” kata Redho.

Redho menjelaskan, dendam pelaku itu karena korban sempat memberikan pelaku minuman keras lokal (tuak) yang dicampur dengan air bekas memandikan jenazah.

“Karena diberikan air itu, sehingga membuat si pelaku merasa sering sakit,” ujarnya.

Selain itu, Redho mengatakan bahwa korban juga kerap menggangu pelaku dengan cara mengejek sehingga pelaku menjadi risih.

“Pelaku juga sering diganggu sama korban, seperti diejek dan lainnya,” ucapnya.

Sementara masyarakat sekitar menilai bahwa pelaku memiliki gangguan kejiwaan. Namun menurut Redho, berdasarkan gerak-gerik saat diinterogasi, tidak ada yang mengarah jika pelaku mengalami gangguan kejiwaan.

“Tidak (gangguan kejiwaan), karena sejauh ini kami tidak menemukan kesimpulan jika ada gangguan kejiwaan,” ungkapnya.

Hanya saja, lanjut Redho, jika ada perkembangan terbaru terkait dengan kondisi kejiwaan pelaku pihaknya akan melakukan tindakan medis terlebih dahulu.

“Tetapi untuk sementara belum ada yang mengarah ke sakit jiwa. Karena pelaku bilang mengaku baha ini karena dendam,” tegasnya.

Akibat perbuatannya, pelaku terancam dijerat dengan pasal 340 KUHP subsider pasal 338 KUHP junto pasal 351 ayat 3 dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

“Ini pembunuhan berencana karena pelaku sengaja datang ke rumah korban dengan membawa pisau dari rumahnya,” pungkas Redho.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemprov NTB Tegaskan Tidak ada yang Boleh Menjual Lahan Gili TrawanganMataram - Previous post Pemprov NTB Tegaskan Tidak ada yang Boleh Menjual Lahan Gili Trawangan
Next post Ipar Jokowi, Anwar Usman Terpilih Kembali Sebagai Ketua MK
https://permatajingga.com/ Slot Thailand Situs Slot