Header AD Image
Para Atlet PON 2021 Tuding Gubernur NTB Pemberi Harapan Palsu

Para Atlet PON 2021 Tuding Gubernur NTB Pemberi Harapan Palsu

Bagikan Artikel
Read Time:1 Minute, 46 Second

Mataram – Sejumlah Atlet peraih medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021 untuk NTB tuding Gubernur NTB, Zulkieflimansyah Pemberi Harapan Palsu.

Hal itu diungkapkan oleh sejumlah atlet lantaran kesal dengan beberapa janji yang disampaikan oleh Gubernur sampai saat ini belum juga direalisai.

Salah satunya seperti, beupa gaji untuk Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) selama dua bulan yang belum juga diberikan.

Selain itu, para atlet juga mendesak pemerintah daerah NTB untuk memberikan kejelasan status pekerjaan para atlet.

Sebab mereka mengaku jika pihaknya telah dijanjikan untuk diberikan akses sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) oleh Gubernur.

“Kami saat itu dijanjikan pekerjaan, bahkan kami masih menyimpan videonya. Tapi pada kenyataannya bagaimana? Tidak ada,” kata Atlet Cabor Panjat Tebing, Ade Irma Suryani, Senin (13/3/2023).

Mereka pun membandingkan lapangan pekerjaan yang diberikan terhadap atlet berprestasi pada masa sebelumnya.

“Mana janjinya, kami masih seperti ini (honorer), belum diangkat menjadi PNS atau PPPK,” ujar Ade Irma Suryani.

Atet lainnya, Andriyan yang sudah empat kali mewakili NTB di PON mengatakan bahwa ada perilaku yang beda dari pemerintah daerah yang sekarang.

Menurutnya pada tahun 2010 lalu sejumlah atlet yang berprestasi diangkat sebagai PNS melalui jalur prestasi.

“Saya kasian sama junior-junior ini. Padahal pada saat itu (2010) sebanyak 26 atlet lolos semua menjadi PNS,” sebut atletik andalan NTB yang sudah menjadi PNS itu.

Iapun khawatir, jika para atlit di NTB tak kunjung mendapatkan kesejahteraan maka akan banyak yang pindah ke Provinsi lain.

“Karena di sini mereka tidak pernah diperlakukan khusus oleh pemerintah. Maka dari itu kami mohon untuk dipikirkan itu,” hara[nya.

Sementara itu, Gubernur NTB Zulkieflimansyah yang dihubungi melalui sambungan telepon mengatakan bahwa, prosedur untuk menjadi PNS bukan kehendak Pemprov.

Namun seluruh atlet yang hendak menjadi PNS harus mengikuti tes seperti yang lainnya.

“Saya kira ndak mungkin kalau itu (ujuk-ujuk jadi) karena untuk menjadi PNS itu ada prosedurnya,” kata Zulkieflimansyah.

Ia pun mengungkapkan kalau yang dijanjikan oleh pemerintah daerah saat itu bukan menjadi PNS, melainkan sebagai pegawai pemda biasa.

“Mungkin bukan PNS, kalau pegawai Pemda kan masih ada otoritas kami, kalau PNS itu kan seleksinya langsung di depan komputer,” tandas Gubernur NTB itu.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mobil Truk Bermuatan Kelapa Terguling di Lembar Lombok Barat Previous post Mobil Truk Bermuatan Kelapa Terguling di Lembar Lombok Barat
Next post Pemerintah Resmi Naikan Harga Pembelian Gabah dan Beras