Header AD Image
Jalan Penghubung Desa di Lombok Tengah Rusak Parah, Warga Ancam Pagar Jalan

Jalan Penghubung di Desa Sengkol Lombok Tengah Rusak Parah, Warga Ancam Pagar Jalan

Bagikan Artikel
Read Time:1 Minute, 27 Second

Lombok Tengah – Jalan sepanjang 4,9 kilometer yang menghubungkan Desa Sengkol menuju Desa Pengembur, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah rusak parah.

Kerusakan itu membuat aktivitas warga setempat juga ikut terganggu, mengingat bahwa jalan tersebut merupakan akses yang setiap hari dilalui.

Salah satu warga, Khatib mengaku kesal karena jalan itu tidak pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat.

Bahkan saking kesalnya, ia bersama warga setempat berencana untuk memagar jalan tersebut.

“Mau saya pagar jalan ini, sudah lama dulu pernah diaspal tapi sudah rusak jadi jalan tanah lagi,” kata Khatib, Sabtu (11/3/2023).

Ia pun menceritakan kondisi jalan ketika musim penghujan seperti saat ini, yang begitu sulit untuk di akses warga karena becek.

Namun syukurnya, tak ada warga yang mengalami kecelakaan di jalan tersebut. Akan tetapi, lambat laun tidak menutup kemungkinan bisa saja terjadi.

“Kapan itu sudah di patok-patok, kami kira mau diperbaiki ternyata tidak,” ungkap Khatib.

Sementara itu, Kepala Desa Sengkol, Satria Wijaya mengatakan bahwa, berdasarkan surat ketetapan (SK) yang dikeluarkan pada tahun 2017 lalu, status jalan tersebut merupakan jalan milik pemerintah kabupaten Lombok Tengah.

“Kondisinya saya tidak bisa membayangkan, sudah terlalu parah jalan itu,” kata Satria Wijaya melalui sambungan telepon.

Pihaknya pun mengaku kerap kali mengusulkan perbaikan jalan tersebut, namun tidak pernah terealiasi.

“Kami sudah lakukan (laporkan) sebagai Kepala desa baik secara lisan, tertulis, dan secara kekeluargaan,” lanjutnya.

Kepala Desa Sengkol itu juga menjelaskan bahwa, laporan tentang rusaknya jalan tersebut bahkan sudah nyampai ke telinga orang nomor 1 di Lombok Tengah.

Dirinya berharap Pemkab Lombok Tengah dapat mendengar usulan tersebut karena akses itu sangat penting bagi masyarakat.

Ia mengaku pihaknya tidak bisa berbuat banyak, kecuali ada kebijakan dari pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.

“Kami mewakili masyarakat mohon kepada Bapak Bupati agar dapat minimal tahun ini dikerjakan,” harap Satria Wijaya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PDI Perjuangan NTB Previous post Kader PDI Perjuangan NTB Ziarah ke Makam Bung Karno, Gaungkan Semangat dan Nilai Juang Kepahlawanan
Next post 4 Desa Wisata dengan Hasil Kerajinan Paling Terkenal di Pulau Lombok