Header AD Image

Sering Cekcok, Warga di Mataram Tutup Akses Jalan Rumah Tetangganya

Bagikan Artikel
Read Time:2 Minute, 30 Second

Mataram – Dikarenakan seringĀ  cekcok, warga Lingkungan Oloh, Kelurahan Monjok Barat, Kota Mataram, NTB menutup akses masuk rumah tetangga dengan cara menemboknya.

Penutupan gang itu dilakukan oleh pemilik rumah, Desi Ari Susanti yang kesal oleh tetangganya sendiri, Lalu Harmal.

Menurut Lurah Monjok Barat l, Mulya Hidayat mengatakan penutupan akses jalan itu dilakukan pada 25 Januari 2023 lalu.

Masalah penutupan gang ini diduga akibat kedua tetangga ini kerap terlibat cek-cok dan tidak akur.

“Ceritanya panjang sebenarnya. Jadi memang tanah itu satu kesatuan milik ibu Desi sebelumnya,” kata Mulya, Selasa (28/02/23).

“Tidak ada masalah pada awalnya. Namun entah bagaimana muncul riak antar kedua tetangga dari yang kami lihat,” ujarnya.

Mulya menyebutkan bahwa permasalahan antara Desi Ari Susanti dengan anak Lalu Harmal bernama Lalu Iswandi sudah sering ditengahi oleh Ketua RT di Lingkungan Oloh.

Keduanya juga kerap dipertemukan untuk mencari solusi agar tidak ada penembakan akses jalan.

Saat dipertemukan, Desi Ari Susanti merasabkesal karena terganggu oleh sikap anaknya Lalu Harmal yang sering membunyikan musik pada malam hari.

“Memang beberapa kali saat itu sudah cekcok karena main musik di malam hari,” terang Mulya.

Permasalahan main musik itu juga kerap dilaporkan pihak keluarga Desi Ari Susanti ke ketua RT setempat.

Selain itu, kata Mulya, sekitar Juni 2022. Desi Ari Susanti kembali terganggu dengan suara motor milik anak Lalu Harmal yang dianggap bising.

“Anaknya Desi itu kayak mendapatkan tekanan dari anaknya Lalu Harmal. Karena tidak terima dengan suara ribut-ribut di gang itu,” katanya.

Ada juga pipa yang dibuat keluarga Desi di jalan tersebut, diduga dirusak karena banyak motor yang lalu lalang masuk ke pekarangan Lalu Harmal.

Atas banyaknya persoalan, pihak keluarga Desi akhirnya memasang kamera CCTV yang mengarah ke halaman rumah Lalu Harmal.

“Kembali keluarga Lalu Harmal merasa terganggu lagi. Karana ada CCTV sorot halaman depan rumah Lalu Harmal,” imbuh Mulya.

Mendengar laporan itu, dirinya langsung mendatangi kedua belah pihak untuk dirapatkan kembali. Mulya juga berpandangan jika pemasangan CCTV itu sah-sah saja.

Mengingat pihak keluarga Lalu Harmal juga akan merasa diuntungkan jika terjadi hal yang tidak diinginkan ketika terekam kamera CCTV.

“Ya waktu itu saya minta kalau tidak bisa diubah arahnya ya biarkan saja. Toh juga aktifitas di depan rumah itu tidak terlalu privasi,” paparnya.

Tidak lama setelah itu, setalah pemasangan CCTV timbul lagi permasalahan hingga akhirnya gang tersebut ditembok oleh keluarga Desi Ari Susanti dengan memasang pintu gerbang.

“Saya sarankan jangan pasang gerbang yang terkunci. Nanti jadi masalah lagi begitu. Namun gerbang itu tetap dipasang,” jelas Mulya.

Awal Januari 2023 lalu, kedua belah pihak sempat dipertemukan kembali. Lalu Harmal bersikeras agar akses jalan tersebut dibuka lagi.

Sementara pihak Desi Ari Susanti meminta sejumlah persyaratan tertulis agar ditaati oleh pihak Lalu Harmal.

“Sepakat awal Januari 2023. Namun pihak Lalu Harmal tidak mauntanda tangan karena poin-poin yang ada dianggap menyudutkannya,” terangnya.

Akibat Lalu Harmal tidak tanda tangan serta mengikuti syarat-syarat yang tertera, pada akhirnya gang akses keluar masuk keluarga Lalu Harmal pun ditemboki oleh pihak Desi.

“Karena tidak tanda tangan. Keluarga Desi pun langsung menutup gang tersebut dengan cara menemboknya,” tutup Mulya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Rumah Tak Layak Huni di Indonesia Mencapai 39 Persen
Next post Tertinggi di NTB, Terdapat 35 Ribu Rumah Tak Layak Huni di Lombok Timur