Header AD Image

Rumah Tak Layak Huni di Indonesia Mencapai 39 Persen

Bagikan Artikel
Read Time:1 Minute, 13 Second

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada 2021 mencatat masih terdapat 29,45 juta rumah di Indonesia yang tidak layak huni (RTLH) atau sebesar 39,44 persennya. Hal itu berkorelasi dengan jumlah kemiskinan di Indonesia yang sebesar 26,36 juta per september pada 2022 lalu (BPS 2022).

Sementara persentase rumah tangga yang menempati rumah layak huni sebesar 60,66 persen. Itu artinya, baru 61 dari 100 rumah tangga yang menempati rumah layak huni (RLH) di Indonesia.

Jika dibandingkan antara daerah perkotaan dan pedesaan, persentase rumah tangga yang menempati rumah layak huni di daerah perkotaan 63,45 persen, jumlah ini lebih tinggi dibanding di pedesaan yang sebesar 56,84 persen.

Disamping itu, pada maret 2021 BPS juga mencatat bahwa porsi pengeluaran untuk pemeliharaan rumah layak huni hanya sebesar 0,82% dari total pengeluaran rumah tangga.

Padahal sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar (1945) dan Pasal 28 H Amandemen UUD 1945, rumah adalah salah satu hak dasar setiap rakyat Indonesia, maka setiap warga negara berhak untuk bertempat tinggal dan mendapat lingkungan hidup yang baik dan sehat.

Pemerintahan presiden Jokowi pada periode pertama (2014-2019) dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) telah menetapkan arah pembangunan dan pemukiman.

Diantaranya dengan cara meningkatkan aksesabilitas masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap hunian yang layak dan terjangkau.

Perlu diketahui bahwa rumah layak huni juga merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur capaian tujuan 11 dari Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu menjadikan kota dan permukiman inklusif, aman, tangguh, serta berkelanjutan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Diduga Minta Foto Bugil, Kedes Ungga Lombok Tengah Dilaporkan Polisi Previous post Diduga Minta Foto Bugil, Kedes Ungga Lombok Tengah Dilaporkan Polisi
Next post Sering Cekcok, Warga di Mataram Tutup Akses Jalan Rumah Tetangganya