Header AD Image

1 Dari 3 Balita di NTB Mengalami Stunting

Bagikan Artikel

Laporan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) mencatat, pada tahun 2021 sebanyak 24,4% atau 1 dari 4 anak balita Indonesia mengalami stunting. Diketahui juga bahwa semua provinsi di kawasan timur Indonesia memiliki tingkat stunting dibawah rata-rata nasional.

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sendiri menempati posisi ke empat secara nasional dengan tingkat stunting mencapai 31,40 persen, artinya 1 dari 3 anak balita di NTB mengalami stunting.

Menurut Kementerian Kesehatan, stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan, sehingga tinggi badan anak tidak sesuai dengan rata-rata anak seusianya. Kondisi ini terjadi akibat masalah gizi kronis atau kekurangan asupan gizi dalam waktu yang lama.

Penyebab tingginya angka stunting serta risiko keluarga stunting karena disebabkan faktor ekonomi. Banyaknya keluarga miskin yang tidak mampu memberikan gizi lengkap kepada anak. Selain itu disebabkan juga karena pernikahan anak usia dini maupun pola hidup yang tidak sehat.

Adapun Nusa Tenggara Timur (NTT) tercatat sebagai provinsi dengan angka stunting tertinggi nasional pada 2021. SSGI mencatat sebanyak 37,8 persen.

Provinsi dengan angka stunting tertinggi berikutnya adalah Sulawesi Barat, yakni sebesar 33,8 persen, diikuti Aceh 33,2 persen, Nusa Tenggara Barat (NTB) 31,4 persen, dan Sulawesi Tenggara 30,2 persen.

Sementara provinsi Bali menjadi daerah dengan tingkat stunting terendah di nasional, angkanya hanya mencapai 10,90 persen. Hanya ada 1 dari 10 balita di Bali yang terindikasi stunting tersebut. Dilanjut DKI Jakarta di posisi kedua dengan angka stunting 16,80 persen.

Berikut rincian lengkap angka stunting di seluruh provinsi Indonesia menurut SSGI 2021:

Nusa Tenggara Timur 37,80%S

ulawesi Barat 33,80%

Aceh 33,20%

Nusa Tenggara Barat 31,40%

Sulawesi Tenggara 30,20%

Kalimantan Selatan 30,00%

Kalimantan Barat 29,80%

Sulawesi Tengah 29,70%

Papua 29,50%

Gorontalo 29,00%

Maluku 28,70%

Kalimantan Utara 27,50%

Maluku Utara 27,50%

Kalimantan Tengah 27,40%

Sulawesi Selatan 27,40%

Papua Barat 26,20%

Sumatera Utara 25,80%

Sumatera Selatan 24,80%

Jawa Barat 24,50%

Banten 24,50%

Indonesia 24,40%

Jawa Timur 23,50%

Sumatera Barat 23,30%

Kalimantan Timur 22,80%

Jambi 22,40%

Riau 22,30%

Bengkulu 22,10%

Sulawesi Utara 21,60%

Jawa Tengah 20,90%

Kep, Bangka Belitung 18,60%

Lampung 18,50%

Kepulauan Riau 17,60%

DI Yogyakarta 17,30%

DKI Jakarta 16,80%

Bali 10,90%.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Sekda Lombok Utara Tutup Kompetisi Liga 3 ASKAB PSSI Bupati Cup 2023
Next post Lionel Messi Terpilih Sebagai Pemain Terbaik FIFA 2022
https://permatajingga.com/ Slot Thailand Situs Slot