Header AD Image

Rupiah Melemah Lagi Akibat Inflasi

Bagikan Artikel
Read Time:1 Minute, 38 Second

Nilai tukar rupiah melemah 19 poin ke level Rp 15.247 per dolar AS di pasar spot pagi ini. Akibat pengetatan moneter bank sentral AS, The Fed, menguat pasca rilis data inflasi inti pengeluaran konsumsi pribadi yang mengindikasikan kenaikan harga-harga masih tinggi. Termasuk inflasi akibat kenaikan harga konsumsi di Indonesia.

Mengutip Bloomberg, rupiah terus melemah ke arah Rp 15.264 pada pukul 09.20 WIB, atau terkoreksi 0,24% dar posisi penutupan akhir pekan lalu.

Mayoritas mata uang Asia lainnya juga terkoreksi kecuali yen Jepang dan dolar Singapura yang masih mampu menguat. Beberapa mata uang yang melemah seperti dolar Taiwan 0,69%, won Korea Selatan 0,78%, peso Filipina 0,38%, rupee India 0,01%, yuan Cina 0,03%, ringgit Malaysia 0,59%, dan bath Thailand 0,17%.

Menurut Analis DCFX, Lukman Leong dikutip Edisi, ia memperkirakan rupiah akan melemah hari ini usai data penting yang dipantau The Fed pada akhir pekan lalu mengindikasikan inflasi konsumsi pribadi yangmasih tinggi. Rupiah akan bergerak di rentang Rp 15.200-Rp 15.350 per dolar AS.

“Rupiah diperkirakan akan melemah, tertekan oleh penguatan dolar AS dan naiknya imbal hasil obligasi AS setelah data inflasi pengeluaran konsumsi pribadi yang jauh lebih kuat dari perkiraan, melanjutkan rentetan data ekonomi AS yang kuat,” kata Lukman dalam catatannya pagi ini, Senin (27/2/23).

Inflasi inti PCE Januari, yang tidak menghitung kenaikan harga pangan dan energi, naik 0,6% secara bulanan dan 4,7% secara tahunan.

Angka tersebut lebih tinggi dari perkiraan pasar sebesar 0,5% dan 4,4%, serta di atas realisasi bulan sebelumnya baik secara bulanan maupun tahunan. Inflasi inti PCE ini merupakan komponen penting yang dipantau The Fed dalam menentukan arah kebijakannya.

Data ini mendukung indikasi bahwa inflasi tinggi dan pasar tenaga kerja yang masih ketat seperti data-data sebelumnya.

Pasar tenaga kerja bulan lalu dilaporkan masih kuat dengan data non farm payroll (NFP) yang jauh di atas ekspektasi. Inflasi konsumen dan produsen juga masih di atas perkiraan sekalipun ada penurunan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Juara Umum, Kota Mataram Pecahkan Rekor Mendali Emas Porprov NTB
Mobil Polsek Lembar Nyaris Tertimpa Pohon saat Tengah Patroli Next post Mobil Polsek Lembar Nyaris Tertimpa Pohon saat Tengah Patroli