Header AD Image

Merugikan Daerah, Pemprov NTB Terus Berantas Rokok Ilegal

Bagikan Artikel
Read Time:1 Minute, 38 Second

Mataram – Pemprov Nusa Tengga Barat (NTB) akan terus berupaya untuk memberantas peredaran rokok ilegal, karena dapat mengurangi pendapatan daerah dan merugikan negara.

Kepala Biro Perekonomian Setda NTB, Wirajaya Kusuma menghimbau masyarakat harus pandai membedakan antara rokok legal dan Ilegal.

Langkah itu dilakukan untuk meminta masyarakat agar rokok ilegal ini tidak beredar dan diperjualbelikan dengan luas.

“Tentu harapan kami masyarakat bisa membedakan, kemudian melaporkan ketika ada oknum-oknum yang ingin menjual rokok yang ilegal,” ungkap Wirajaya di lapangan bumi gora, Kantor Gubernur NTB, Jumat (24/2) kemarin.

Menurutnya, peredaran rokok ilegal tersebut akan berdampak pada pendapatan daerah serta merugikan negara.

Dengan begitu, pemerintah terus berupaya menggempur peredaran rokok ilegal. Salah satu cara yang dilakukan Pemprov NTB bersama Bea Cukai Mataram, yakni dengan mensosialisasikan peredaran rokok ilegal kepada masyarakat luas.

Termasuk kepada Asosiasi Pedagang Kaki Lima (Apkli) yang seringkali dijadikan sebagai pendistribusian rokok ilegal.

Dengan begitu, ia pun berharap agar Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk NTB bisa bertambah.

“Dimana tahun lalu NTB dapatkan sekitar Rp 329 miliar,” katanya.

Ditempat yang sama, pihak Bea Cukai NTB, Adi Harianto memaparkan bahwa pabrik rokok yang legal harus memiliki Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC).

Adi juga menjelaskan cara mengenali rokok ilegal, ia mengajak para hadirin agar bisa membedakan secara langsung dengan memeriksa contoh rokok-rokok yang disediakan.

“Tips pengenalan secara singkat ini harapannya nanti ketika ada yang coba menawarkan maka bisa menjawab dengan alasan yang tepat melalui ciri-cirinya,” jelas Adi

Selain itu, ia juga menghimbau kepada masyarakat akan menindak tegas apabila ada oknum yang kedapatan memperjualbelikan rokok ilegal.

“Resikonya ada di kalian sendiri, apabila PolPP atau beacukai datang dan ditemukan di kios maka barang kalian akan ditarik,” tegasnya.

“Jadi hati-hati jangan tergiur harga murah,” sambung Adi.

Selanjutnya untuk meminimalisir peredaran rokok ilegal, pihak bea cukai mataram menyediakan nomor kontak yang bisa dihubungi masyarakat.

Dengan begitu, apabila masyarakat menemukan barang ilegal tersebut agar menghubungi 081807945000.

“Kami sudah siapkan nomor kontak untuk masyarakat yang ingin melapor, silahkan,” pungkasnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Mayoritas Penduduk NTB Tidak Bersekolah, Jumlahnya Capai 31 Persen
Next post Jelang Puasa, Pemerintah Impor 200 Ribu Ton Bawang Putih asal China