Header AD Image

Mayoritas Penduduk NTB Tidak Bersekolah, Jumlahnya Capai 31 Persen

Bagikan Artikel
Read Time:1 Minute, 20 Second

Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mencatat bahwa mayoritas penduduk di Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak/belum pernah bersekolah, jumlahnya sekitar 1,7 juta jiwa atau sekitar 31,45 persen dari total 5,5 juta jiwa pada Juni tahun 2021.

Sementara hanya ada 302,14 ribu jiwa penduduk NTB yang berpendidikan hingga jenjang peguruan tinggi. Jumlah tersebut baru mencapai 5,59 persen.

Provinsi NTB menjadi salah satu daerah di Indonesia yang miliki banyak pekerjaan rumah dalam sektor pembangunan manusianya, diketahui bahwa hingga tahun lalu Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB masih tetap berada di posisi ke-29 dari 33 provinsi se Indonesia. Tertinggal jauh dengan tetangganya, yakni Provinsi Bali yang selalu masuk lima besar IPM tertinggi se Indonesia.

Sementara untuk rincian status sekolah masyarakat NTB adalah sebagai berikut;

Terdapat 824 jiwa (0,02%) penduduk NTB yang lulus S3, selanjutnya ada 11,14 ribu jiwa (0,21%) yang berpendidikan hingga S2 dan sebanyak 222,68 ribu jiwa (4,12%) yang berpendidikan hingga jenjang S1.

Sementara penduduk yang berpendidikan hingga D3 sebanyak 42,16 ribu jiwa (0,78%). Kemudian, yang menamatkan pendidikan D1 dan D3 sebanyak 25,34 ribu jiwa (0,47%).

Berikutnya, penduduk NTB yang berpendidikan hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) sebanyak 903,59 ribu jiwa (16,72%). Lalu, penduduk yang berpendidikan hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) ada 685,32 ribu jiwa (12,68%).

Terakhir, terdapat 1,13 juta jiwa (20,92%) penduduk NTB yang telah menamatkan Sekolah Dasar (SD), sedangkan sebanyak 683,72 ribu jiwa belum tamat SD dan 1,7 juta jiwa (31,45%) penduduk di provinsi tersebut yang tidak/belum bersekolah.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Penelitian: Terdapat 2,5 Juta Remaja Indonesia yang Gangguan Jiwa
Next post Merugikan Daerah, Pemprov NTB Terus Berantas Rokok Ilegal