Header AD Image

Sektor Peternakan NTB Terus Mengalami Penurunan

Bagikan Artikel
Read Time:1 Minute, 7 Second

Pada bulan Januari 2023 terjadi penurunan Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) sebesar 2,20 persen. Hal ini terjadi karena nilai terima peternak turun sebesar 1,33 persen, sedangkan nilai bayar petani naik sebesar 0,89 persen, (BPS NTB, 1 Februari 2023).

NTPT merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli peternak di perdesaan.

NTPT juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk perternakan dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun biaya produksinya.

Penurunan nilai terima pada bulan Januari 2023 disebabkan turunnya indeks pada kelompok penyusun NTPT yaitu penurunan harga pada Kelompok Ternak besar (khususnya komoditas kerbau, sapi potong, dan kuda) sebesar 1,69 persen, dan Kelompok Unggas (khususnya komoditas itik/bebek, ayam ras pedaging, dan ayam kampung/buras) sebesar 0,89 persen.

Di sisi lain naiknya nilai bayar terjadi karena kenaikan indeks kelompok Konsumsi Rumah Tangga sebesar 1,43 persen dan kenaikan BPPBM sebesar 0,27 persen.

Meski demikian, jika dikalkulasikan semua subsektor, baik Tanam Pangan, Tanam Hortikultura, Tanaman Perkebunan Rakyat, Perikanan hingga Peternakan maka telah terjadi peningkatan NTP pada Januari 2023 sebesar 2,27 persen dibanding NTP bulan sebelumnya.

Bahkan, NTB menjadi provinsi dengan peningkatan NTP tertinggi di Indonesia pada Januari 2023, dilanjut Kalimantan Selatan sebesar 1,94 persen, dan Jawa Barat sebesar 1,90 persen.

Sedangkan penurunan NTP tertinggi terjadi di Kalimantan Barat, yakni turun sebesar 2,11 persen.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Korban Gempa Turki asal Labuapi Tiba di Lombok Hari Ini
Next post Pemkab Lombok Tengah Optimis 90 Ribu Wisatawan Tercapai Tahun Ini