Header AD Image

Hasil Riset, Konsumsi Ganja Meningkatkan Kepuasan Saat Orgasme

Bagikan Artikel
Read Time:2 Minute, 3 Second

Penelitian terbaru, yang dilaksanakan oleh tim dari East Carolina University dan North Carolina State University, mendapati data bila konsumsi ganja dapat meningkatkan gairah seksual pada para pemakainya.

Para ilmuwan masih terus mempelajari pengaruh ganja terhadap kehidupan seksual seseorang. Hasil survei tahun 1984 menunjukkan, dua pertiga responden merasa hubungan badan lebih memuaskan berkat ganja.

Sementara itu, studi yang lebih baru menyimpulkan ngeganja sebelum bersanggama dapat memberikan efek yang berbeda-beda, tergantung pemakainya.

Beberapa menyebut nafsu mereka semakin bergelora, sedangkan lainnya mengaku pengalaman bercinta dalam kondisi teler kurang menyenangkan. Tapi sampai saat ini, ilmuwan belum bisa menguji manfaat ganja sebagai afrodisiak karena adanya hambatan hukum.

Dalam studi ini, yang dipublikasikan di jurnal Cannabis Research, para peneliti mewawancarai 811 orang berusia 18-85 yang sering memakai ganja untuk mengetahui seperti apa kehidupan seks mereka. 64 persen responden berjenis kelamin perempuan, dan 73 persen dari keseluruhan peserta menjalin hubungan monogami.

Lebih dari separuhnya melaporkan pemakaian ganja setiap hari, sedangkan 59 persen mengatakan sengaja pakai ganja sebelum berhubungan intim. Sebagian besar peserta mengisap tanaman ganja langsung. Hanya beberapa yang mengonsumsi produk turunannya, seperti edible atau minyak.

Lebih dari 70 persen peserta mengalami orgasme yang lebih kuat ketika berada dalam pengaruh zat psikotropika. Dalam hal intensitas orgasme, tidak banyak perbedaan antara yang dialami oleh perempuan dan laki-laki.

Namun, hasil survei menunjukkan lebih dari 40 persen bisa berkali-kali mencapai klimaks saat pakai ganja. Kebanyakan dari mereka juga mengatakan masturbasi terasa lebih memuaskan jika mereka memakai ganja sebelum melakukannya.

“Secara keseluruhan, ganja cenderung memiliki efek positif pada fungsi seksual dan kepuasan para pemakainya, tak pandang jenis kelamin dan usia. Ganja mungkin bisa mematahkan perbedaan gender soal kenikmatan seksual,” tulis para peneliti.

Akan tetapi, penulis menyadari penelitian ini belum sempurna. Mayoritas responden adalah perempuan kulit putih yang berpendidikan tinggi. Mereka juga sudah familiar dengan ganja. Selanjutnya, peneliti tidak menguji efek ganja langsung di laboratorium, dan jawaban peserta didasarkan pada pengalaman pribadi mereka. Peneliti juga tidak membandingkan kehidupan seks peserta dengan orang yang tidak mengikuti survei.

Bukan tidak mungkin, para pemakai ganja dalam survei ini tersugesti oleh manfaat yang dikatakan orang-orang, sehingga mereka menjadi lebih rileks dan percaya diri ketika berhubungan intim, yang akhirnya membuat pengalamannya lebih nikmat seperti yang digadang-gadangkan.

“Apa yang mereka rasakan bisa saja karena adanya pola pikir mental tentang ganja akan meningkatkan kepuasan seksual, sehingga cerita mereka bukan efek fisiologis sungguhan,” tulis para peneliti. “Walau begitu, efek relaksasi ganja dapat berkontribusi pada peningkatan gairah, atau berkurangnya hambatan pada fungsi seksual sehingga meningkatkan kepuasan.”

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post NTB Jadi Daerah Paling Rawan Kejahatan di Indonesia, Bali Teraman
Next post Banyak Sekolah Rusak di Lombok Tengah, Pemkab Dinilai Tak Peduli