Header AD Image

Kembali Pulang, Menyapa Senja di Selong Belanak

Bagikan Artikel
Read Time:1 Minute, 30 Second

“Alam bukanlah tempat untuk dikunjungi. Ia adalah rumah.”

Demikian yang dikatakan Gary Snyder, seorang penyair asal California, Amerika Serikat. Dan ungkapan itu, begitu konteks dengan pengalaman saya ketika menginjakan kaki di pantai bernama Selong Belanak, yang berada di Kecamatan Praya Barat,Lombok Tengah.

Keindahan Selong Belanak membuat siapapun yang pertama kali memijakan kaki di hamparan pasir putihnya, rasanya akan selalu rindu untuk kembali. Minimal, demikianlah yang terjadi pada saya dan banyak kawan ketika berkunjung. Terlebih ketika sendikale tiba, ungkapan orang Sasak untuk menyebut waktu ketika matahari akan terbenam dari ufuk barat, atau bahasa kekiniannya waktu senja.

Benar bahwa banyak pantai indah yang ada di Indonesia, khususnya pulau Lombok. Namun dari sekian banyaknya tempat itu, entah mengapa, Selong Belanak menyimpan makna yang berbeda.

Mungkin pantai ini tidak sepopuler pantai Kute di kawasan sirkuit Mandalika, tidak pula setenar Nusa Dua di Bali, apalagi semewah fasilitas resort di Hawai. Justru hal tersebut yang membuatnya memiliki kelebihan tersendiri.

Demikian menurut saya, bagi orang yang tidak suka keramaian apalagi termakan kepentingan pasar. Maka tak heran, jika alam Selong Belanak menjadi rumah yang paling tenang dikala banyak fikiran, masalah pekerjaan, pertemanan hingga percintaan.

Pantai Selong Belanak salah satu destinasi yang dapat memberikan nuansa rumah semacam itu. Mulai dari keasrian pantai, keramahan orang-orang, ketenangan dan kesederhanaan tempatnya, hingga keindahan pemandangan yang tidak ada duanya.

Sejauh ini, hal-hal semacam itu belum saya temukan di destinasi wisata lainnya. Ya, mungkin saja ini terkesan berlebihan dalam kata, namun demikianlah adanya. Seringkali apa yang dirasakan dengan nuansa akan sulit dicerna oleh kata. Lalu jawabannya adalah rasakanlah nuansa itu. Tidak cukup sekedar dibaca ataupun didengarkan.

Sekali lagi, temukanlah rumahmu sendiri. Dan bagiku, pantai Selong Belanak adalah rumah yang layak untuk disinggahi. Ayo pulang!

 

Lalu Gitan (Penulis) Akademisi musik yang gagal manggung. Dan tokoh kebudayaan, cuman kurang tua.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Pisang Goreng Jadi Camilan Terbaik di Dunia, Kalahkan Donat Hingga Churros
Next post Lowongan Kerja Pegawai di Ibu Kota Baru, Begini Syarat dan Tahapannya