Header AD Image
Polres Lombok Tengah saat menggelar rekontruksi suami bunuh istri.

Polisi Lakukan Rekontruksi Kasus Pembunuhan Istri Oleh Suami bersama Kakak Ipar dan Ibu Mertua

Bagikan Artikel
Read Time:1 Minute, 22 Second

Lombok Tengah – Polres Lombok Tengah menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan bercana terhadap FS (19) oleh suami MR (20) pada Selasa (24/1/2023).

Korban merupakan warga Dusun Pondok Komak, Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah

Dalam Reka adegan kasus suami bunuh istri itu, digelar di halaman Polres Lombok Tengah memperagakan 22 adegan.

KBO Reskrim Polres Lombok Tengah, Iptu Ichwan Satriawan mengatakan, rekonstruksi tersebut dilakukan untuk memperjelas kasus pembunuhan tersebut dan juga sebagai pertanggungjawaban dari apa yang diperbuat oleh tersangka.

Baca Juga: https://edisidot.id/2023/01/06/suami-tega-bunuh-istri-bersama-kakak-dan-ibu-kandungnya-terancam-hukuman-mati/

Menurut Ichwan, adegan yang membuat korban meninggal dunia itu, terjadi pada adegan ke 8 yaitu saat korban dicekik suaminya.

Pihaknya juga mengungkapkan, sebelum dilakukan pembunuhan kepada istri bersama kakak ipar dan mertuanya. Para pelaku sempat merencanakan waktu yang tepat terlebih dahulu.

“Dalam rekonstruksi tersebut, terungkap juga bahwa kakak ipar korban datang lalu mengikat kaki korban pada adegan ke 9, kata Iptu Ichwan Satriawan.

Kemudian tidak lama setelah itu, datang Ibu mertua korban pada adegan ke 10. Kemudian pada adegan ke 11, ibu kandung pelaku memberikan dengan cara dilempar setelah diambil dari dapur.

Baca juga: https://edisidot.id/2023/01/06/begini-pengakuan-ayah-pelaku-pembunuhan-istri-di-lombok-tengah/

Meski hanya berperan pada melemparkan tali saja, sang Ibu tetap dilibatkan dalam kasus pembunuhan berencana itu.

“Sebab sangat berperan karena tidak ada upaya untuk melakukan pencegahan,” lanjut Iptu Ichwan Satriawan

Atas perbuatannya itu, Polisi mengenakan ketiga pelaku dengan pasal 340 Subsider pasal 338 KUHP junto pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Dengan ancaman hukuman mati atau pidana seumur hidup. Atau paling lama 20 tahun.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Usai Ikuti Track Day Mandalika WNA Pengendara Moge Jatuh di Bypass
Next post Akibat Jalan Bergelombang di Bypass Mandalika, WNA Asal Australia Meninggal Dunia Usai Tabrak Pembatas Jalan