Header AD Image

Dalam Rekonstruksi Terungkap Peran Ibu Tua ini Sangat Penting, Bawa Tali dari Dapur

Bagikan Artikel
Read Time:1 Minute, 39 Second

Lombok Tengah – Peran IS (46) Ibu Mertua FS (19) dalam pembunuhan berencana terungkap dalam rekonstruksi, pada Selasa (24/1)

Saat berlangsungnya reka ulang tersebut, diperlihatkan jika ia berperan sebagai orang yang melempar tali ke anaknya, MR (20) yang juga suami dari korban untuk mengikat lehernya.

KBO Reskrim Polres Lombok Tengah Iptu Ichwan Satriawan mengatakan, IS tetap terlibat dalam kasus pembunuhan berencana tersebut.

“Walaupun perbuatan kecil tetapi itu sangat berperan dalam peristiwa pembunuhan berencana,” kata Ichwan.

Menurut Ichwan, Ibu mertua korban itu memiliki peran yang sangat penting. Pasalnya, pada saat kejadian tidak ada kata larangan yang ia lontarkan.

“Di sana mertua korban tidak ada niat untuk mencegah peristiwa ini terjadi,” jelas Ichwan.

Pada adegan kesepuluh dan kesebelas, diperagakan IS melempar tali untuk mengikat leher FS yang sudah meninggal dunia.

Tali tersebut diambil oleh IS di dapur lalu masuk ke kamar melemparkan tali ke anaknya.

Kemudian pada adegan kedua belas MR mengikat tali di leher korban dibantu oleh kakak kandungnya inisial SA (28).

“Total ada 22 adegan yang kami lakukan dalam rekonstruksi,” ucap Ichwan.

Di sisi lain, Ichwan juga menjelaskan jika korban telah meninggal dunia pada adegan kedelapan.

Yang mana saat itu korban dicekik oleh suaminya, kemudian pada adegan kesembilan kaki korban diikat oleh SA.

“Adegan yang membuat korban meninggal dunia dicekik pada adegan kedelapan,” ujar Ichwan.

Pihaknya melakukan rekonstruksi kasus tersebut untuk memperjelas peran dari ketiga pelaku.

Selain itu, lanjut Ichwan, reka adegan juga bertujuan agar ketiga pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Perkara pembunuhan berencana kami gelar rekonstruksi untuk memperjelas siapa berbuat apa,” ujar Ichwan.

Dalam kasus ini, Polres Lombok Tengah telah menetapkan ketiga pelaku sebagai tersangka tepat sehari setelah kejadian, yaitu pada Rabu (4/1) lalu.

Adapun ketiga tersangka, yaitu MR (20) suami korban, IS (46) ibu mertua korban, dan SA (28) kakak ipar korban.

Dalam kasus tersebut, Polisi mengenakan ketiga pelaku dengan pasal 340 Subsider pasal 338 KUHP junto pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Dengan ancaman hukuman mati atau pidana seumur hidup. Atau paling lama 20 tahun.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Akibat Jalan Bergelombang di Bypass Mandalika, WNA Asal Australia Meninggal Dunia Usai Tabrak Pembatas Jalan
Next post Oknum Anggota Satlantas Polres Lombok Tengah Diduga Minta Uang Tebusan Motor