Header AD Image
Mandalika

HPI Sebut Tingginya Tarif Parkir di KEK Mandalika Coreng Pariwisata Lombok

Bagikan Artikel
Read Time:2 Minute, 24 Second

Lombok Tengah – Tingginya tarif parkir di sepanjang areal Pantai Kuta di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika mendapatkan respon pedas dari berbagai kalangan.

Salah satunya, yakni dari Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Lombok Tengah Samsul Bahri.

menurut Samsul, biaya retribusi parkir yang berada di sepanjang pantai Kuta Mandalika itu dinilai merusak citra pariwisata di Lombok.

“Ini sudah banyak dikeluhkan para wisatawan khusus yang datang di pantai Kuta Mandalika,” kata Samsul, Senin (9/1) di Praya.

Samsul menegaskan bahwa tarif Rp 10 ribu bagi kendaraan roda dua itu sudah sangat mahal. Terlebih jika itu dikenakan bagi wisatawan lokal.

“Tarif parkir untuk kendaraan roda dua saja sangat mahal. Apalagi tidak ada jaminan keamanan dari mereka (Jukir),” tegas Samsul.

Tingginya biaya parkir di kawasan Pantai Kuta Mandalika itu harus segera atensi Pemerintah.

Baik itu pemerintah Provinsi NTB maupun Kabupaten Lombok Tengah.

“ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation) sebagai pengelola KEK Mandalika harusnya mengontrol ini,” jelasnya.

“Untuk pemerintah Provinsi NTB atau Kabupaten Lombok Tengah juga bisa mengintervensi itu,” sambung Samsul.

Pria asal Desa Wisata Sukarara ini juga menjelaskan bahwa retribusi parkir ini memang sudah dikeluhkan wisatawan sejak lama.

Hanya saja ITDC, Pemerintah NTB dan Pemda Lombok Tengah terkesan menutup mata.

“Kasus ini merugikan dan mencoreng nama baik dunia pariwisata terkhusus di kawasan Mandalika,” kesal Samsul.

Samsul pun menduga para pelaku parkir liar di kawasan KEK Mandalika tersebut dibeking oleh pihak pengelola dan Pemerintah.

Karena pihak ITDC terkesan melakukan pembiaran tanpa ada tindakan tegas untuk menjawab keresahan publik itu.

“Kenapa ITDC melakukan pembiaran sampai hari ini padahal di sana adalah wilayah otoritas mereka,” ucap Samsul.

Tidak hanya itu, Samsul berharap kepada pihak yang berwenang untuk segera menerbitkan permasalahan tersebut.

Dengan demikian, lanjut dia, sehingga tidak ada lagi keluhan-keluhan yang terdengar dari para wisatawan.

“Harusnya kasus ini sudah diterbitkan. Ini sangat mencoreng jika tidak segera bertindak,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Peristiwa NTB Jamaluddin Malady mengatakan, mahalnya tarif parkir di kawasan pantai Kuta KEK Mandalika bukanlah ranah Pemerintah Provinsi NTB wabil khusus Dispar NTB.

Bagi Jamal, itu merupakan ranah pihak pengelola yaitu PT ITDC yang memiliki otoritas penuh di KEK Mandalika.

“Parkir ini kan mungkin dikelola oleh Pemkab Lombok Tengah atau PT ITDC yang mengelola kawasan Mandalika,” kata Jamal.

Menurut Jamal sapaannya, mahalnya biaya parkir di kawasan KEK Mandalika yang tembus angka Rp 10 ribu untuk roda dua dan Rp 20 ribu untuk roda empat sah-sah saja.

Hanya saja itu harus dilakukan atas persetujuan secara legal oleh pengelola kawasan dan Pemkab Lombok Tengah.

“Tapi kalau bisa ya minta lebih murah dari itu. Karena itu daerah super prioritas kan. Kami maunya ramai orang datang ke sana,” sebutnya.

Di sisi lain, Jamal juga menyampaikan bahwa harga Rp 10 ribu itu seharusnya dengan sistem pengamanan yang ketat.

Jika harga mahal namun pengelola parkir lepas tangan jika terjadi kehilangan itulah yang menjadi persoalan.

“Kalau kehilangan apa begitu harus menjadi tanggungjawab pengelola. Ini konsekuensi jika tarif mahal,” tegas Jamal.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post BREAKING NEWS Hasil Sangkep Warige: Bau Nyale Ditetapkan Pada 10-11 Februari 2023
Next post Usai Pimpin Sangkep Warige, Ketua Majelis Krame Adat Pujut Meninggal Dunia